Penyakit Alzheimer dan Cara Mencegahnya

Penyakit Alzheimer dan Cara Mencegahnya

Tahukah anda bahwa otak kita ini sangatlah sensitive dan ada saja penyakit yang diperkirakan akan dapat menyerang otak kita sewaktu waktu. Alzheimer salah satunya. Berbeda dengan Amnesia, Alzheimer adalah suatu gangguan otak atau pikun yang menahun, terus berlanjut dan tidak akan kembali semula lagi, tidak ada penyebab, tidak ada obat dan perlahan lahan memori memori anda selama ini juga akan terhapus waktu.

Alzheimer di sejumlah negara sudah mulai menjadi sebuah epidemi, dan pada tahun 2014 saja sudah hampir 40 jutaan orang dari seluruh dunia menderita penyakit ini. Namun perlu kita ketahui bahwa alzheimer ini bukanlah penyakit yang menular, melainkan merupakan sejenis sindrom dengan apoptosis sel sel otak kita pada saat yang hampir bersamaan, sehingga kadang otak kita mengerut dan mengecil. Alzheimer juga sering di gandang gandang sebagai penyakit orang tua.

Resiko mengidap Alzheimer terus meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Penyakit Alzheimer ini sering bermula pada usia 65 tahun. Seseorang yang sudah masuk ke usia 65 tahun memiliki resiko limta persen mengidap penyakit Alzheimer ini dan akan meingkat dua kali lipat setiap 5 tahunnya.

Hingga saat ini masih banyak yang belum mengetahui perbedaan mengenai relasi antara Alzheimer dengan demensia. Dmeensia adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan penurunan fungsional yang sering disebabkan oleh kelainan yang dapat terjadi pada otak kita sewaktu waktu. Dengan kata lain Demensia adalahkumpulan penyakit dengan gejala gejala yang dimana dapat mengakitbatkan perubahan pada pasien yang ada dalam cara berpikir dan berinteraksi dengan orang lain. Dan sering kali STML atau Short Term Memory Loss menjadi pemicu utama dari datangnya penyakit demensia ini. Beberapa kasus dari penyakit Demensia ini juga dapat mengubah kepribadian si pasien. Penderita Demensia juga akan kehilangan kemampuan mereka dan mengubah cara berpikir mereka, mereka akan lupa dan akan kehilangan pengetahuan mereka perlahan lahan dan akhirnya akan kehilangan pengetahuan yang telah mereka dapatkan sebelumnya.

Sebenarnya tidak banyak yang membedakan penyakit Alzheimer dengan Demensia.  Demensia berada pada lintasan dislipidemia aterogenis khususnya LDL pada rantai pendek dan jenuh, aterisklerorsis karotid, tekanan darah sistolik tinggi dan peningkatan rasio IR-UII sedangkan Alzheimer berada pada lintasan lain yaitu hiposomatomedinemia dan hipogonadisme.

 

Demensia1

 

Ok, kita singkirkan dahulu istilah istilah orang pintar itu ke samping, karena mimin sendiri pun kurang mengerti, hehehe, nah yang terpenting disini ialah, apakah ada cara untuk menghindari penyakit ini?

Sampai saat ini tidak ada obat dan cara untuk menghilangkan penyakit ini. Namun ada juga hal hal yang dapat mempengaruhi resiko berkembangnya demensia yang seharusnya dapat juga dapat mengubah banyak dampak buruknya. Yuk disimak!

Pelajarilah bahasa kedua dan ketiga, yah kalau bisa keempat atau kelima

Selain menghindari penyakit hilang ingatan Alzheimer ataupun Demensia (penyakit pikun), kita juga bisa sekalian meningkatkan kesadaran budaya kita serta memperluas wawasan.

Minum buah dan sayuran mentah

Jika anda ogah makan sayuran mentah, olahlah sayuran tersebut menjadi makanan atau dijuskan saja buah buahan yang ada. Minum jus buah atau sayuran tiga kali seminggu ternyata dapat mengurangi resiko berkembangnya Alzheimer sebesar 76 persen! Ayok konsumsi sayuran dan buah buahan sekarang!

Vitamin K

Vitamin K sering terlupakan oleh kita, padahal vitamin K lah yang memainkan peran penting dalam anti penuaan dan dapat mencegah Alzheimer. Vitamin K tidak dapat ditemukan dari sebagaian besar multivitamin atau obat obatan yang ada saat ini, jadi vitamin K hanya dapat kita peroleh setidaknya dari sayuran berdaun hijau atau suplemen yang khusus vitamin K.

Kurangilah stress

Stress yang berlebihan juga dapat membebani otak kita dan telah diteliti dan telah terbukti juga bahwa stress yang berlebihan juga dihubung hubungkan dengan perkembangan Alzheimer, terutama pada orang yang sduah berisiko dengan penyakit ini. Orang yang memiliki gangguan kogniftif ringan dan sering cemas cemas serta depresi lebih mudah diserang oleh penyakit Alzheimer ini.

 

posted by rk.

 

 

 

 

1823 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *