Kisah Nyata Seorang Gadis Cantik Asal Negara China Yang Disekap & Diperkosa 2 Petugas Bandara

Lintasmetro – Dilaporkan kejadian yang menimpa gadis cantik asal negara china dengan nama Zhi-Zhi 26thn tiba saja menangis histeris saat berada di bandara erminal IA, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten siang hari,

Pada saat ditanya oleh petugas kepolisian setempat, gadis cantik itu hanya bisa menjawab dengan bahasa mandarin bahwa dirinya telah menjadi korban pemerkosaan.

Dengan bahasa tubuh dia mencoba berkomunikasi menjalaskan bahwa usai diberikan minum ia langsung tertidur, kemudian di perkosa oleh dua orang tidak di kenal di sebuah hotel. Penjelasan yang diuturkan gadis cantik ini dengan mengerakan tubuhnya sebab polisi setempat tidak mengerti bahasa mandarin.

Ia menunjuk seragam yang bertugas Aviation Security (Avsec) seakan ia menjelaskan bahwa yang telah memperkosa dirinya adalah petugas (Avsec), kemudian kedua tangannya diletakkan dipipinya, seraya memejamkan mata dan memperagakan dirinya seperti sehabis minum.

Sebab tidak ada yang mengerti, Duta bandara dan petugas kepolisian bandara lalu menghubungi Kedutaan Besar Tiongkok untuk Indonesia, menurut informasi yang ada korban mengenakan pakaian hotpants itu tiba diterminal pada pukul 22.30wib di terminal 2D dengan menggunakan pesawat China Airlines.

Tidak lama kemudian korban mengaku telah diberi air mineral oleh dua orang pelaku, dirinya lalu dibawa ke hotel yang disebutkan dekat bandara. selama masa penyekapan tsb kedua pelaku melampiaskan nafsunya sampai berulang kali, akibat dari kejadian itu korban menjadi trauma bila melihat pakaian security bandara.

Wanita ini dikabarkan berangkat dari Hongkong untuk acara liburan natal dan tahun baru di jakarta Kepala Pospol Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, AKP Agus Tri menjelaskan pihaknya telah menyerahkan korban ke kedutaan besar.

“saya tidak begitu tahu akan kronologisnya, karena langsung dibawa ke Embassy, jelasnya saat berada di depan perwakilan dari kedutaan.

Sedangkan kedutaan sendiri tidak memberikan informasi sedikit pun, Bahkan korban dibawa langsung kedalam mobil, Manajer Humas Bandara Internasional Soekarno-Hatta Yudis Tiawan mengatakan sampai saat ini pihak kami belum dihubungi oleh pihak terkait, Bila memang benar kejadian itu, kami turut prihatin dan berempati atas peristiwa tsb.

Bila diperlukan kami akan siap berkoordinasi dengan pihak kepolisian Setelah diperiksa pihak kepolisian Bandara Soekarno-Hatta, dua petugas Aviation Security (Avsec), akhirnya Rivaldi dan Budi ditetapkan sebagai tersangka pemerkosaan wanita Warga Negara China bernama Sun Yaurong alias Zhi-Zhi itu. Kepada polisi, keduanya pun mengaku telah memperkosa.

“Setelah kami memeriksa kedua tersangka kamu meningkatkan statusnya menjadi tersangka dan kata Kasat Reskrim Polres Bandara Internasional Soekarno-Hatta AKP Azhari Kurniawan,

walau demikian polisi belum menahan si pelaku, sebab korban belum di periksa. polisi khawatir bahwa kedua tersangka akan melarikan diri akan tetapi pihaknya sudah mengetahui identitsa mereka berdua. Kata Azhari mengaku ia sangat kesulitan untuk memeriksa korban, sebab dari informasi kedutaaan china yang menjadi korban bersangkutan sudah pulang ke megara asalnya. untuk itu pihak dari mereka terus berkorndinasi dengan kedutaan china untuk memeriksa korban.

Dan saat ini masih koordinasi tidak hanya pada korban saja, semua saksi mata dibandara penerjemah dan kedutaan yang akan membantu korban kita akan mintai keterangan.

Kedua tersangka ini masih menjalani pemeriksaan Mapolres Bandara Internasional Soekarno-Hatta untuk melengkapi berkas perkara, dan diancam dengan hukuman pasal 285 KUHP 5 tahun penjara.

Manajer Humas dan Protokoler Bandara Soekarno Hatta, pak Yudis Tiawan mengatakan usai mendapatkan informasi pihaknya akan memberikan tindakan tegas kepada kedua petugas Avsec tsb.

PT Angkasa Pura II akan memberikan sangsi paling berat yaitu pemecatan yang tidak hormat, sebab hal itu telah mencoreng nama PT Angkasa Pura II dan Bandara Soekarno-Hatta, dan keduanya telah melanggar hukum pidana, kami tuturkan kepada keluarga korban berempati, dan sambil pemutusan pengadilan kami akan lakukan pemecatan.

6215 Total Views 2 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *