Seorang Gadis Remaja Meninggal di Pondok Menstruasi?

Lintasmetro – Gadis remaja meninggal di pondok menstruasi pada distrik Achham di Nepal
Seorang Gadis Remaja di Nepal di temukan dalam keadaan meninggal, setelah menghirup dari asap yang dibuang ke sebuah “Pondok Menstruasi”
Gadis yang berusia 15 tahun ini mengambil bagian dalam tradisi ‘Chhaupadi’, sebuah praktek umum di ujung bagian negara paling barat di mana perempuan, dianggap najis selama masa menstruasinya, dikeluarkan dari kumpulan mereka, selama memasuki periode menstruasi mereka.

kematian gadis itu adalah kasus kematian yang kedua, karena satu bulan sebelumnya juga terdapat kasus yang sama dari desa Gajra di distrik Achham barat Nepal ini.
inspektur polisi Badri Prasad Dhakal mengatakan 10 anak perempuan telah meninggal di gubuk yang sama di kabupaten itu selama sembilan tahun terakhir.

“Kematian biasanya disebabkan oleh asap, gigitan ular (dan) kurangnya perawatan kesehatan dasar selama masa menstruasi,” katanya.
Chhaupadi adalah praktek bersejarah di mana perempuan dikeluarkan dari rumah mereka dan harus tinggal di gudang atau gubuk.
Ini berlangsung 10 sampai 11 hari ketika seorang gadis remaja memiliki periode pertama dan 4-7 untuk setiap masa menstruasi berikutnya. Melahirkan juga mengakibatkan kurungan 10 hingga 11 hari setelah masa persalinan.
Pondok yang di tinggali mereka sangat kecil dan kadang-kadang tidak memiliki jendela, Kebersihan yang buruk dan ventilasi.

Perempuan dan anak perempuan yang dalam masa itu tidak diperbolehkan untuk menyentuh orang lain, sapi, sayuran hijau, tanaman dan buah-buahan,hal itu yang dinyatakan sebuah laporan PBB pada tahun 2011.

“Beberapa dari masyarakat ini masih percaya bahwa Tuhan atau Dewi mungkin marah jika praktek dilanggar, yang bisa menghasilkan kehidupan yang lebih pendek, kematian ternak atau penghancuran tanaman,” menurut laporan tersebut.
Mereka juga dilarang mengkonsumsi susu, yoghurt, mentega, daging, dan bertahan pada diet makanan yang kering. seperti garam, dan beras.
Mereka hanya diperbolehkan untuk memiliki karpet kecil dan dibatasi dari pergi ke sekolah atau mandi.
Chhaupadi dilarang oleh Mahkamah Agung Nepal pada tahun 2005 dan pemerintah telah merencanakan untuk melarang itu secara nasional, tetapi masih ada saja masyarakat yang menjalani ritual tersebut.

1789 Total Views 1 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *