Saat Equinox, Hari Tanpa Bayangan Terjadi di Tugu Khatulistiwa

Lintasmetro – Tepat pada jam 11.50 WIB, dimana saat warga lain sibuk menantikan fenomena alam equinox, bayangan apapun yang berada di bawah matahari yang terik menghilang tidak ada bayangan sedikit pun. Tidak ingin menyia-nyiakan momen langka ini, ratusan orang yang ada datang ke Tugu Khatulistiwa mengabadikannya moment ini dengan kamera ponsel mereka.

Menghilangnya bayangan ini merupakan bagian dari fenomena alam berjuluk titik kulminasi matahari. Puncak penyambutan kulminasi digelar di Tugu Khatulistiwa yang terletak didaerah Jalan Khatulistiwa, Kelurahan Batu Layang Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, di Kalimantan Barat, yang dikemas dalam Pesona Kulminasi Matahari.

Kegiatan itu digelar dari 21-23 Maret 2017. cuaca panas menyengat kulit seperti yang diprediksi oleh bagian pengamat BMKG terkait equinox, tidak menghentikan rasa penasaran dari warga-warga yang datang. Mereka berlomba-lomba menaruh benda di atas lantai keramik tugu untuk membuktikan kebenaran akan fenomena tanpa bayangan itu.

Titik kulminasi matahari ini adalah fenomena langka yang terjadi setiap tahunnya di bulan Maret dengan bulan September. Waktu yang berlangsungnya hanya antara 5 sampai 10 menit saja.

Sempitnya kesempatan itu dimanfaatkan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Pontianak Syarif Saleh untuk memperkenalkan Kota Pontianak.

Walau demikian tidak ada perayaan seremonial, Pemkot menggelar sejumlah kegiatan yang melibatkan para komunitas dengan pelaku seni budaya. Ada pula stan kuliner yang menjajakan makanan khas warga setempat untuk makan-makan.

kata dia “Tetapi, nanti ada bulan September. Ini mudah-mudahan bulan September akan belanjut dengan kegiatan yang lainnya. Kulminasi Matahari di Bulan Maret 2017 merupakan titik awal kebangkitan ekonomi kreatif di wilayah Pontianak,”

Plt Kepala Bidang Pariwisata Disporapar Kota Pontianak Zukifli menjelaskan untuk jumlah pengunjung ke acara pesona kulminasi matahari setiap tahunnya meningkat terus. “Di atas 10% dari biasanya hanya 10%,” jelas penjelasan dia.

Menurut Zulkifli, selain dari pertunjukan tari, musik, pantun serta tundang, pihaknya juga telah menggelar lomba swafoto. Warga selanjutnya diminta untuk mengunggah keramaian hari tanpa bayangan ke semua media sosial masing-masing.

Dengan mengusung tema “Pontianak Kota Khatulistiwa Menuju Masyarakat Kreatif yang Berdaya Saing”, untuk agenda kali ini menekankan pada masyarakat yang kreatif. Hal ini bertujuan dilakukan agar pelaku ekonomi kreatif lebih mendapat tempat dalam pembangunan di Kota Pontianak, dan lebih dihargai serta mampu bersaing dengan daerah lainnya yang ada diindonesia.

334 Total Views 1 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *