PLN Klaim Tarif Listrik Lebih Murah

Lintasmetro – PT PLN (Persero) mencatat terjadi penurunan tarif rata-rata Rp 41 per kilo Watt hour (kWh) sepanjang tahun 2016. Hal ini merupakan buah efisiensi produksi listrik.

Direktur Perencanaan Nicke Widyawati menjelaskan, PLN terus berusaha menekan harga jual tenaga listrik pada tahun 2016, sehingga bisa menjual lebih murah listriknya kepada pelanggan dibanding tahun 2015.

Berdasarkan catatan PLN‎, harga jual rata-rata listrik Rp 994 per kWh pada tahun 2016, turun sebesar Rp 41 per kWh dari Rp 1.035 per kWh pada tahun 2015.

‎”Penurunan harga jual ini masih bisa diimbangi oleh efisiensi internal PLN sehingga tidak terlalu menggerus laba,” kata bapak Nicke, di ibu kota Jakarta, pada hari Kamis 6 april 2017.

Nicke menuturkan, keberhasilannya PLN menjual listrik lebih murah tersebut adalah buah dari program efisiensi. Caranya adalah melalui substitusi penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan penggunaan batu bara atau energi primer lain yang lebih murah, dan pengendalian akan biaya bukan bahan bakar.

Efisiensi terbesarnya lagi terlihat dari berkurangnya biaya BBM Rp 12,3 triliun sehingga menjadi Rp 22,8 trilliun pada tahun 2016 atau 35,03 persen dari tahun sebelumnya Rp 35 trilliun, terutama sebab penurunan konsumsi BBM 0,8 juta kilo liter (Kl), sehingga volume pemakaian hingga tahun 2016 sebesar 4,7 juta Kl.

Kapasitas pembangkit bertambah sebesar 3.714 Mega Watt (MW) pada tahun 2016, yang berasal dari Pembangkit PLN sebesar 1.932 MW. Selain dari itu ada tambahan kapasitas dari Independent Power Producer (IPP) sebesar 1.782 MW‎.

‎Seiring dengan meningkatnya produksi listrik tersebut, beban usaha perusahaan naik menjadi Rp 8,2 triliun atau 3,32 persen, menjadi Rp 254,4 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 246,3 triliun.

tutur kata Nicke. “Pertumbuhan beban usaha tahun 2016 lebih kecil dibanding pertumbuhan kWh jual‎,”

159 Total Views 2 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *