Mencari Migas Semakin Sulit

Lintasmetro – Di tengah kebutuhan energi nasional yang terus meningkat selama ini, menemukan minyak dan gas bumi (migas) menjadi semakin sulit. Tanpa dukungan teknologi dan investasi, penemuan cadangan besar akan semakin langka dan kesenjangan antara produksi dengan konsumsi akan terus melebar.

Data yang menunjukkan, cadangan migas signifikan yang terakhir ada ditemukan Indonesia adalah di Banyu Urip di Blok Cepu. Lapangan yang akan menjadi tulang punggung produksi migas nasional ini ditemukan pada tahun 2000. Jarak waktu penemuan Banyu Urip dengan penemuan cadangan signifikan lainnya, adalah di Lapangan Handil di Blok Mahakam, mencapai sekitar tiga puluh tahun. ini Artinya, dalam kurun waktu tersebut eksplorasi hanya berhasil menemukan deposit cadangan migas yang kecil-kecil dan akibatnya cadangan migas nasional terus merosot.

Penurunan cadangan akan sumber daya ini sebenarnya hal yang lumrah terjadi pada industri ekstraktif. Bila eksplorasi tidak berhasil menemukan cadangan baru, Maka untuk sementara di sisi lain konsumsi tetap malah bertambah, maka cadangan yang ada sudah pasti menurun. Fenomena ini sebenarnya tidak hanya dialami oleh Indonesia, tetapi juga dialami oleh negara-negara penghasil migas lainnya.

Di tengah kebutuhan energi nasional yang terus meningkat, menemukan minyak dan gas bumi (migas) menjadi semakin sulit

42 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *