Mumi Lithuania Kuak Misteri Virus Pembunuh 300 Juta Manusia

Vilnius Lithuania (Kiril Cachovski/the Lithuanian Mummy Project)

Lintasmetro – Ilmuan asal Kanada yang meneliti sebuah mumi dari Vilnius,Lithuania,menemukan sebuah varian virus cacar tertua di dunia,didalam tubuh jasad diawetkan itu.

Temuan tersebut diklaim mampu merombak seluruh tatanan historis mengenai perkembangan virus cacar,yang dulu pernah menjadi wabah paling mematikan di muka bumi.

Menurut penelitian terdahulu,catatan sejarah dari China dan India,dan observasi terhadap sejumlah mumi di Mesir,Komunitas Akedemik.

menghasilkan Hipotesis yang menyatakan bahwa virus cacar telah ada di muka bumi sejak puluhan ribu tahun lalu,Hipotesis tersebut diangaap sebagai sebuah kebenaran tunggal untuk sekian lama.

Namun,setelah temuan terbaru dari hasil analisis mumi dari vilnius Lithuania,hipotesis tersebut diyakini akan mengalami perombakan besar,demikian seperti dilangsir oleh lintasmetro.com.

 

Mumi Vilnius Lithuania (Kiril Cachovski/the Lithuanian Mummy Project)

Tim peneliti dar MC Master University of Kanada mengawali penelitian visioner itu dengan membandingkan DNA dari sisa-sisa variola,virus penyebab cacar yang ditemukan di jasad mumi Vilnius Lituania dengan virus cacar moderen dari tahun 1940-an hingga 1970-an.

Beerdasarkan hasil pertemuan itu,tim peneliti menyimpulkan bahwa virus cacar baru muncul dan berkembang beberapa ratus tahun yang lalu,yakni sekitar 1588 hingga 1645.

Para peneliti asal Kanada itu menganalisis sebuah jasad mumi Vinius Lithuania yang diperkirakan masih berusia 2 hingga 4 tahun saat tewas,Diperkirakan,jasad bocah tersebut meninggal sekitar abad ke -17,di kala wabah cacar me;landa sebagian besar daratan Eropa.

Jasad bocah itu merupakan satu dari sekitar 200 mumi yang ditemukan dibawah gua bekas reruntuhan Domician Church of the Holy Spirit,di Vilnius,Lithuania.

Jasad itu ditemukan sekitar tahun 1960-an oleh Juozas Albinas Markulis dan mahasiswanya sari Vilnius University,saat Lithuania di bawah kependudukan Uni Soviet.

Pada Penemuan 1960-an,Markulis menemukan sekitar 500 jasad di bawah gua reruntuhan Domician Church of The Holi Spirit,Namun hanya 200 di antaranya yang mengalami mumifikasi.

Temperatur yang dingin yang hampir mencapai titik beku disertai dengan sirkulasi udara yang baik membantu proses mumifikasi jasad-jasad tersebut dan sejak Abad ke-17 hingga ditemukan oleh Markulis pada 1960-an,jasad termumifikasi itu konstan dalam keadaan awet tanpa pembusukan.

Akan tetapi,karena mengalami kesalahan penanganan dan pelestarian,pada 2004 hanya tersisa 23 jasad yang masih termumifikasi dari total 200 mumi yang masih ditemukan oleh Markulis pada 1960-an,maka sejak 2004,ke-23 mumi itu diawasi secara ketat oleh lembaga ilmu pengetahuan Lithuania.

Sejak 2012,komunitas akademik mulai intens melakukan riset terhadap mumi Vilnius Lithuania demi mengetahui pola hidup dan jenis penyakit mereka di abad ke-17 hingga ke abad ke-19 serta keterkaitanya dengan kesehatan manusia modern.

 

Mumi Vilnius Lithuania (Kiril Cachovski/the Lithuanian Mummy Project)

Dan pada 2016 lalu,tim peniliti menemukan sisa-sisa variola didalam salah satu mumi Vilnius Lithuania,Temuan itu mengindikasikan bahwa sejumlah jasad lain yang ditemukan di bawah gua bekas reruntuhan Dominican Church of the Holy Spirit itu tewas akibat penyakit cacar.

Temuan itu dianggap mampu merombak hipotesis tradisional tentang riwayat perkembangan virus cacar,karena hipotesis tradisional menyebutkan bahwa cacar telah ada sejak puluhan ribu tahun lalu,berdasarkan temuan ruam menyerupai cacar pada dalah satu mumi peradaban Mesir Kuno.

Akan tetapi temuan McMaster University menawarkan sebuah argumen baru,bahwa virus cacar baru memulai berkembang sekitar 500 tahun yang lalu.

Setelah membunuh sekitar  300 juta orang pada abad ke-20,wabah cacar dinyatakan tak lagi menjadi pandemik di muka bumi sejak 1980,khususnya ketika PBB intensif mengkampanyekan vaksin cacar pada sejumlah negara didunia.

 
Ditulis oleh Aldi – Lintasmetro.com

275 Total Views 1 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *