Presiden Duterte ‘Tak Sadar’ Ada Tentara AS di Operasi Marawi

 

Presiden Duterte tak sadar ada Tentara AS di Operasi Marawi (Lintasmetro.com).

Lintasmetro – Presiden Rodrigo Duterte mengatakan bahwa dia” tidak sadar”pasukan khusus AS telah bergabung dalam pertempuran untuk mengalahkan gerilyawan ISIS yang mengepung Marawi Filipina selatan.

Duterte mengatakan bahwa dia,”tidak pernah mendekati Amerika”,untuk meminta bentuan dan”tidak menyadarinya sampai mereka tiba”,Hal itu diungkapkan ketika ditanya tentang dukungan AS untuk memerangi militan pro-ISIS di kota Marawi di Pulau Mindanao.

Kerja sama dalam sekutu lama dalam pertempuran itu dianggap penting karema Duterte,yang berkuasa setahun yang lalu,telah mengambil sikap bermusuhan terhadap Washington dan telah berjanji untuk mengeluarkan pelatih  militer AS dan penasihat dari negaranya.

Tidak jelas apakah militer Filipina pro-Amerika tak minta izin Diterte untuk mencari pertolongan AS,demikian seperti dikutip dari Independent pada Senin (12/6/2017).

Militer Filipina mengatakan bahwa pasukan AS memberikan bantuan teknis,tapi tidak memiliki” hak untuk memberi komando,”mengomfirmasi sebuah pernyataan dari kedutaan AS di Manila,yang mengatakan dukungan tersebut telah diminta oleh pemerintahan Filipina.

Duterte,yang mengumumkan darurat militer di Mindaao,”sebuah pulau seukuran Korea selatan setelah militan Maute yang berafiliasi dengan ISIS menguasai Merawi,dengan adanya darurat militer,Duterte mengatakan bahwa dirinya memiliki wewenang atas departemen pertahanan.

Kolonel Ernest Lee didampingi Mayjen Emmanuel Selamat memeriksa senjata militer baru pemberian AS di kota Taguig,sebelah Timur Manila,Filipina (5/6),Senjata itu akan digunakan untuk operasi melawan militan di Merawi (Lintasmetro.com)

Duterte tidak mengatakan angkatan bersenjata telah melampaui kekuasaanya,tapi mencatat bahwa  karena bertahun-tahun berlatih dari Amerika Serikat,tentara kita pro-Amerika,yang tidak dapat saya tolak,”ujarnya.

Juru bicara kepresidenan Ernesto Abella mengatakan bahwa dalam sebuah pernyataan bahwa pasukan AS berpartisipasi secara langsung dalam operasi tempur,yang secara undang-undang dilarang.

Pertarungan melawan terorisme,bagaimanapun,tidak hanya menjadi perhatian Filipina atau Amerika Serikat tapi juga menjadi perhatian banyak negara di seluruh dunia,”kata Abella.

”Filipina terbuka untuk bantuan dari negara lain jika mereka menawarkannya,”

Marawi dikuasai oleh peberontak Maute ppada 23 Mei 2017.

Langkah-langkah tersebut telah membuat khawatir negara-negara AsiaTenggara karena ISIS mencoba membangun benteng pertahanan di Mindanao yang dapat mengancam wilayah mereka.

Pentagon tidak mewakili perwakilan permanen di Filipina,Namun setelah bertahun-tahun telah mengarahkan 50 sampai 100 pasukan khusus di bagian selatan negara tersebut,dalam latihan rotasi,”mengkomfirmasi bahwa pihaknya membantu militer Filipina di Marawi.

Dikatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu.Pentagon memberi pasukan Filipina bantuan keamanan dan pelatihan dibidang intelijen,pengawasan,dan pengintaian.

Pentagon juga memiliki tambahan 300 sampai 500 tentara di negara tersebut mendukung pelatihan dan kegaiatan reguler.

Seorang pejabat AS,yang berbicara tanpa menyebut nama,mengatakan dukungan termasuk pengawasan dan penargetan udara,penyadapan elektronik,bantuan komunikasi dan pelatihan.

Sebuah pesawat mengintai Orion AS P-3 terlihat diatas kota itu pada hari 9 Juni lalu.

Baru-baru ini 13 personel marinir Filipina tewas dalam pertempuran melawan kelompok Maute,total anggota militer yang tewas berjumlah 58 orang.

Sedikitnya 138 militan dan 20 warga sipil juga tewas,demikian data pemerintahan Filipina.

Sedikitnya 200 militan Maute bersembunyi disebuah sudut kota Merawi,diperkirakan 500 sampai 1.000 warga sipil terjebak disana,Beberapa ditahan sebagai perisai manusia,sementara yang lain bersembunyi di rumah mereka tanpa ada akses ke air mengalir,listrik atau makanan.

Maute bergabung dengan Insilon Hapilon,yang tahun lalu diproklamirkan oleh ISIS sebagai”emir”Asia tenggara.Pejabat militer percaya bahwa Hapilon masih berada Di Merawi.

Juru bicara angkatan darat Filipina,Brigadir Jendral Restituto,bersumpah akan mengibarkan bendera nasional di seluruh Merawi pada Senin,12 Juni 2017,”tepat pada hari peringatan Deklarasi Kemerdekaan Filipina Dari Spanyol.

 

Ditulis oleh Aldi – Lintasmetro.com

212 Total Views 1 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *