5 Narkotika yang Sering Dipakai Dugem dan Efek ke Tubuhnya

 

Ilustrasi pengguna narkoba

Lintasmetro – Hiburan malam identik dengan dunia gemerlap alias dugem dengan zat-zat terlarang,dibanding dengan obat-obatan,narkotika lebih banyak digunakan oleh para penikmat dugem.

Penyalahgunaan narkotika ini dimanfaatkan oleh para pecandu untuk mendapatkan efek sesaat yang lalu menularkannya kepada teman atau keluarga.

Narkotika yang berasal dari tanaman yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran,hilangnya rasa,mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri,dan dapat menimbulkan ketergantungan.

Yang termasuk narkotika adalah opium,kokain,morfin,heroin,dan ganja.

Berikut lima efek narkotika yang sering digunakan para pecandu saat sedang dugem,ingin mencari kesenangan atau lari dari masalah seperti dilangsir dari laman Lintasmetro.com.

1.Opium

Pengguna opium banyak digunakan atau dimanfaatkan untuk menghilangkan rasa yang disebabkan luka atau pada penderita kangker membantu untuk menghilangkan rasa nyeri.

Bila pemakaian opium ini dihentikan,dapat menimbulkan beberapa hal seperti menguap,kepala rasanya sangat berat,hidung berair,mata basah,nafsu makan mudah hilang,cepat lelah dan kejang-kejang tubuh juga bisa menjadi mudah dingin atau menggigil.

2.Kokain atau sabu-sabu

Kokain atau biasanya yang disebut dengan sabu-sabu ini adalah zat yang sangat berbahaya dan sering disalagunakan.

Saat ini kokain masih digunakan sebagai anastetik lokal,khususnya,untuk pembedahan mata,hidung dan tenggorokan,karena efek yang kuat pada sistem syaraf,”dan jika pengunaanya terus menerus dapat menyebabkan kerusakan otot jantung bahkan kematian.

Jika pengunaan dihentikan,maka pendrita akan memiliki kecendrungan untuk bunuh diri dan perasaan cemas berkepanjangan.

3.Morfin

Morfin merupakan bentuk opium yang telah dipergunakan selama berabad-aba,’Turunana dari morfin adalah diasetilmorfin yang lebih dikenal dengan heroin,morfin pertama kali digunakan dalam medis sebagai penawar nyeri dan disalah gunakan sebagai narkoba maupun narkotika.

Selain meringankan rasa sakit maupun nyeri,morfin juga mempengaruhi penampilan mental maupun fisik,dan juga menghilangkan rasa lapar,menghambat refleks batuk,mengurangi dorongan seks,dan pada wanita bisa mengahambat siklus menstruasi.

Namun jika penggunanya sudah ketagihan,bisa menyebabkan kematian dan kekhawatiran.

4.Heroin

Heroin merupakan olahan morfin berbentuk bubuk putih atau keabuan,pecandu heroin sering mengalami kenaikan sensifitas terhadap rasa sakit,dan sensifitas ini tidak mereda selama pengobatan dengan metadon atau opioid lain.

Para peneliti dari Universitas ofCalifornia,Los Angeles berusaha menemukan bagaimana meningkatkan kepekaan terhadap rasa sakit yang juga disebut Hipralgesia.

Efek penyalagunaan heroin ini dalam jangka panjang maupun pendek adalah mulut terasa kering,rasa berat pada tangan dan kaki,sering mengantuk dan terganggunya sistem pernafasan,dan membuat infeksi pada selaput jantung dan katupnya,penyakit hati,ginjal,dan komplikasi,infeksi kulit.

Selain itu,penggunaan heroin beresiko tertular virus hepatitis,juga memiliki peningkatan resiko pada human Immunodefiency Virus (HIV) dan jika pengunaannya overdosis,kemungkinan hanya kematian.

5.Ganja

Ganja atau lebih dikaenal dengan marijuana ini terkenal karena berbahan aktifnya yang sering kali dianggap aman dibandingkan alkohol atau tembakau.

Padahal dari efek ganja ini hanya sementara,namun sudah banyak penelitian mengenai efek ganja yang dikonsumsi seseorang.

Seperti dikutip dari situs dugpolicy.org,penelitian tahun 2009 yang dilakukan melalui kontrol populasi menemukan bahwa orang yang merokok ganja dalam jumlah sedang selama ini lebihdari 20 tahun berhubungan positif dengan penurunan resiko kangker pada kepala dan leher.

Walaupun sudah banyak negara yang melakukan legilalisasi terhadap tanaman maupun penggunaan ganja ini,namun perlu diketahui dampak kesehatan yang di timbulkan oleh ganja.

Efek jangka pendek dari ketagihan ini seperti dijelaskan oleh Alcoholism,penderita akan mengalami masalah dengan memori dan belajar,kehilangan konsentrasi,masalah sengan berfikir,dan pemecahan masalah dan peningkatan denyut jantung,juga tekanan darah yang menurun.

Kadang-kadang mengunakan ganja juga bisa meningkatkan rasa cemas,ketakutan,ketidak percayaan atau panik.

Efek ganja pada otak juga bisa menimbulkan gejala-gejala seperti halusinasi,delusi,ganguan memori damn desorientasi.

Efek pada paru-paru sering kali terjadi dan dijadikan alasan seseorang yang merokok menggunakan bahan ganja hampir sama dengan tembakau seperti batuk,hingga menyebabkan penyakit dada akut,infeksi paru-paru.

Walaupun hampir sama dengan tembakau,ahli kesehatan mengigatkan kalau ganja memiliki hidrokarbon yang lebih karsiogenik atau asapnya lebih tahan lama di paru-paru.

Karena asap ganja mengandung tiga kali jumlah tar yang ditemukan dalam asap tembakau dan lebih 50% karsinogen,maka bisa dikatakan kalau ganja bisa beresiko meningkatkan kangker paru-paru bagi perokok ganja.

 

Ditulis oleh Aldi – Lintasmetro.com

291 Total Views 1 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *