Ilmuwan Selidiki Misteri ‘Benua Kedelapan’ Bumi yang Hilang

 

Benua baru yang bernama Zealandia National Oceanic and Atmosspheric Administration/Lintametro.com-Aldi)

Lintasmtero – Sejumlah ilmuwan dalam waktu dekat akan melakukan ekspedisi menantang ke benua ke-8,Zealandia.

Keberadaan Zealandia di ungkap pada Febuari 2017 lalu,Sejumlah ilmuwan mengungkapkan di journal GSA Today bahwa bumi memiliki benua kedelapan yang tersembunyi,yang seharusnya dimasukan ke peta.

Dikutip dari laman Lintasmetro.com,Sebtu (22/7/2017),Benua yang hilang itu berukuran setengah luas Australia,dengan luas 4.6 juta kilometer persegi,benua tersebut meliputi Selandia Baru,Keledonia Baru,beberapa teori,dan kepulauan.

Dengan mengebor lapisan teratas,Ekspedisi ilmuan terbaru itu,dapat memberi petujuk tentang proses bertumpuknya lempeng bumi-subduksi yang mendorong tumbuhnya rangkaian gunung berapi dan hilangnya benua tersebut di samudra pasific sekitar 50 juta tahun yang lalu.

”Kami mencari tempat yang terbaik di dunia untuk memahami bagaimana subduksi lempeng dimulai,”ujar co-chief scientist ekspedisi tersebut,Gerald Dicksens,yang juga merupakan profesor ilmu bumi,lingkungan dan planet di Rice University Texas dalam sebuah peryataan.

”Ekspedisi ini akan menjawab banyak pertanyaan soal Zealandia,”imbuh dia.

Argumen bahwa,Zealandia adalah sebuah benua didasarkan pada beberapa bukti,bebatuan di bawah dasar laut lepas pantai Selandia Baru terdiri dari berbagai jenis batuan purba yang hanya untuk ditemukan di sebuah benua,bukan di kerak samudra.

Landasan benua Zealandia juga lebih dangkal dibandingkan kerak samudra disekitarnya,Selain itu,sampai bebatuan menunjukan adanya garis tipis kerak samudra yang memisahkan Australia dan Zealandia.

Menurut laporan peneliti,faktor-faktor tersebut menunjukan bahwa bawa laut disekitar Selandia Baru merupakan sebuah benua.

Perjalanan menuju Benua Ke-8

Namun,masih ada beberapa pernyataan tentang bagaimana terbentuk,Expedition 371 yang didanai oleh National Science Foundation dan Internasional Ocean Discovery Program,bertujuan untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Lebih dari 30 ilmuan direncanakan akan berlayar pada 27 Juli dalam ekspedisi selama dua bulan,kegiatan tersebut menggunakan kapal bor ilmiah besar JOIDES Resolution.

Dari sana,tim tersebut mengunjungi enam situs dilaut Tasman yang terletak di Australia dan Selandia Baru,disana,mereka mengebor inti sedimen dan batuan dari kerak bumi.

Masing-masing inti berada di kedalaman 300 dan 800 meter,Hal itu berarti ilmuan dapat kembali ke masa lalu selama puluhan juta tahun.

”jika anda kembali,sekitar 100 juta tahun lalu,Antartika,Australia,dan Zealandia merupakan satu kesatuan benua,”ujar Dickens.

”Sekitar 85 juta tahun lalu,Zealandia berpisah dengan sendirinya,dan pada satu waktu,didasar laut anatara Zealandia dan Australia menyebar kedua sisi yang memisahkan keduanya,”imbuh dia.

Setelah pergeseran tersebut,area kedua benua itu memadat,Tapi sekitar 50 juta tahun yang lalu,”Lempeng pasific menyelam di bawah Selandia Baru,mengangkat kedua pulau itu tersebut,membentuk serangkaian gunung berapi di pasifik dan menghilangkan tekanan di kerak laut antara kedua benua.

yang ingin kami pahami adalah,mengapa dan kapan berbagai tahapan perluasan dan relaksasi terjadi,”kata Dickens.

 

Ditulis Oleh -Aldi Lintasmetro

 

 

286 Total Views 1 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *