Kenapa Patung Kwan Sing Tee Koen di Klenteng Kwan Sing Bio Tuban jadi Kontroversi?

 

Patung Dewa Kwan Sing Tee Koen di Tuban Jawa Timur

Lintasmetro – Patung Dewa Kwan Sing Tee Koen yang di kenal sebagai jendral perang yang hidup pada zaman Shan Guo (221-289 Masehi) itu dibangun dengan megah di Klenteng Kwan Sing Bio di Tuban Jawa Timur itu kini di klaim sebagai patung tertinggi se-Asia Tenggara dan tingginya mencapai 30.4 meter dan patung ini pun mendapatkan penghargaaan MURI pada hari Senin,17 Juli 2017 dan patung ini pun diresmikan oleh ketua MPR Zulkifli Hasan.

Kwan Sing Tee Koen atau biasa dikenal dengan Dewa Kwan Kong ini memiliki kejujuran dan setia di masa ia menjabat sebagai jendral perang di negeri China,”Patung megah ini diharapkan bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan yang bisa meningkatakan pendapatan daerah.

Dan pembangunan patung Kwan Sing Tee Koen ini juga berasal dari ide Ketua Pemilik Klenteng,Alim Sugiantoro,”Pembangunana monumen patung ini sekaligus sebagai peringatan Hari Ulang Tahun Yang Mulia Kongco Kwan Sing Tee Koen yang ke -1857,”ujar Alim.

Foto penghargaan Rekor MURI atas patung Kwan Sing Tee Koen yang tercatat sebagai patung tertinggi se-Asia Tenggara

Di China patung Kwan Sing Tee Koen yang tingginya 80 meter,Nah di Asia Tenggara patung ini menjadi tertinggi dengan tinggi 30.4 meter,’Ucap Alim.

Dia menegaskan pembangunan patung salah satu panglima perang yang hidup pada zaman San Guo ini hanya untuk menampilkan figur dan tidak ada ritual pemujaan,”Ini hanya sebagai lambang tauladan kesatria sejati yang selalu menepati janji setia sumpahnya,”ujarnya.

Rencananya,di area lahan 1 Hektare itu akan kembali dibangun patung Dewi Kwan Im dengan besar dan tinggi yang sama,”Tahun depan diharapkan sudah jadi pembangunan patung Dewi Kwn Im dan rencananya akan dibangun di depan kelenteng,tapi diizinkannya di dalam area kelenteng,”Ucapnya.

Namun beberapa hari ini patung panglima perang tertinggi di Asia Tenggara ini menuai kontroversi di media sosial,dan sebagian pihak menginginkan patung ini diruntuhkan.

Selain itu,sebagian pihak juga membandingkan patung raksasa ini dengan patung Sudirman di Jakarta yang ukurannya jelas jauh lebih kecil,juga ada pernyataan di media sosial,kalau patung ini berdiri di alun-alun kota,dan banyaknya kabar yang simpang siur,Ketua Kwan Sing Bio,Gunawan Putra Irawan pun menjadi khawatir.

Kepada Lintasmetro.com,Ia menjelaskan pada waktu peresmian hari Senin,17 Juli 2017 juga tidak ada pihak yang keberatan dan tidak adanya pro dan kontra,peresmian ini juga diresmikan oleh ketua MPR bapak Zulkifli Hasan dan juga dihadiri oleh berbagai pihak.

Bapak Ketua MPR RI Zulkifli Hasan,meresmikan patung Kwan Sing Tee Koen dan yang diklaim patung tertinggi se-Asia Tenggara,Tuban Jawa Timur,Senin,17 Juli 2017 

Lantas ia juga meluruskan apa yang selama ini menyebar di kalangan netizen dan warganet,Dia mengatakan bahwa patung yang didalam kelenteng kecil ukurannya cuma 15 cm dan sementara patung yang ada di kompleks kelenteng jauh lebih besar dan akan tetapi tidak berarti patung yang setinggi 30.4 meter itu juga disembahyangkan atau di puja dan ini hanya menjadi salah satu ikon saja tandasnya.

Pihak Kelenteng juga berharap pemerintah dan dinas pariwisata juga bisa membantu menyelesaikan masalah ini tanpa harus merobohkan patung,”dengan adanya patung ini tingkat pengunjung yang datang juga bertambah dan ini juga bisa menjadi salah satu objek penunjang sektor pariwisata dan  menambah hasil pendapatan daerah dan semoga ini bisa menjadi salah daya tarik wisatawan khususnya di daerah Tuban Jawa Timur.

Dan dari pihak media yang meliput dan mensurvei kelenteng ini juga melaporkan,kalau pengunjung klenteng Tri Dharma Kwan Sing Bio malah makin banyak dan makin ramai dikunjungi sejak adanya patung Dewa Kwan Sing Tee Koen disana,apalagi pada tanggal 1-15 selalu ramai dikunjungi dengan orang Malaysia dan Singapura yang mau sembahyang disana ujar salah Aldi salah satu awak media.

Ditulis Oleh – Aldi Lintasmetro

 

116 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *