Lomba Panjat Pinang Dahulu untuk Peringati HUT Ratu Belanda

 

Lomba panjat pinang dahulu yang di gelar sebagai hiburan saat perayaan penting orang Belanda di Nusantara seperti pernikahan dan ulang tahun (Foto Istimewa/Arsip Nasional RI/Lintasmetro.com/Aldi)

Lintasmetro – Seluruh  derah di Tanah Air menyelenggarakan  kegiatan dalam rangka memperingati hari kemerdekaan atau Hari Ulang Tahun ke-72 Replublik Indonesia atau HUT-Ri,bahkan jenis kegiatan yang bertema perlombaan itu melibatkan anak-anak,remaja,orang dewasa dan bahkan orang tua.

Jenisnya pun beragam dan memiliki keunikan yang beragam antara daerah satu dengan daerah yang lainnya,kegiatan itu seperti lomba panjat pinang dalam rangka HUT RI biasanya dinamai perlombaan 17-an,masyatakat Kota Tegal biasa menyebutnya pintulasan.

Sebut saja lomba makan kerupuk,pentung pendil,balap karung,tarik tambang,tegongan,rokrokan,blodor,dan lomba panjat pinang atau yang lebih di kenal dengan panjat pucang,hadiah pun di hadirkan untuk para pemenang dari panitia penyelenggara,berupa barang atau pun berupa uang.

Kendati perlombaan tersebut digelar setiap tahun,ternyata masyarakat tak banyak mengetahui tentang asal muasal tradisi panjat pinang dalam rangka memperingati hari kemerdekaan tersebut.

Menurut budayawan pantura kelahiran Tegal,Wijarnato,kegiatan perlombaan untuk menyambut hari kemerdekaan sudah berlangsung usai kemedekaan,ada pula sumber yang mengatakan bahwa sekitar 1950-an sudah jamak digelar perlombaan.

Budayawan pantura kelahiran Tegal,Wijarnato,mengungkapkan sejarah lomba panjat pinang (Lintasmetro.com/Aldi)

”ada perlombaan yang dapat dikatakan berasal dari masa Belanda,yakni perlombaan panjat pinang atau yang biasanya orang Tegal menyebutnya panjat pucang,”ucap Wijanarto saat berbincang dengan Lintasmetro.com di Tegal,Senin,(14/8/2017).

Dahulu kala,ucap dia,perlombaan panjat pinang digelar sebagai perayaan penting orang Belanda di Nusantara.

Seperti pesta pernikahan dan ulang tahun,ketika jaman itu penduduk pribumi berlomba-lomba untuk mendapatkan hadiah yang digantungkan di puncak pohon pinang.

”Perlombaan panjat pinang itu sudah ada pada masa kependudukan Belanda,hal itu ada karena sebagai peringatan atau hari ulang tahun Ratu Belanda,”Dia menambahkan.

Adapun beberapa dari arsip nasional dapat dijumpai beberapa foto dan dokumentasi yang memperlihatkan perlombaan panjat pinang yang sudah ada pada waktu dulu,Dalam perlombaan tersebut ada pelajaran yang dapat di petik dan menjadi contoh dalam kehidupan sehari-hari yaitu nilai kebersamaan dan tanggung jawab.

”Tidak ada hasil yang bisa didapatkan atau pun diinginkan jika tanpa kerja keras dan kerja sama,itulah pokok dari perlombaan panjat pinang tersebut,”Ia menjelaskan.

Peserta yang mengikuti lomba panjat pinang yang disiapakan oleh panitia untuk memperingati Hari Kemerdekaan RI yang ke-72

Seiring perkembangan zaman,penjat pinang bukan lagi sebagai hari peringatan Ratu Belanda,Namun,lebih untuk mengenang momen sejarah baru.

”Begitu pula tentang perlombaan balap karung,makan kerupuk,itu semua sebagai wujud mengenang semangat rakyat sebagai pengingat kita mengenai perjuangan dan pengorbanan dalam kemerdekaan,”Ia mengungkapkan.

Nah,bagi masyarakat seantero,Nusantara tentu harus melestarikan perlombaan tradisional ini di Indonesia,misalnya lomba panjat pinang,seperti yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal pada hari,Sabtu,12 Agustus 2017,di Alun-alun  Kota Tegal.

Disaat negara lain mencari tahu keberadaan dan kearifan lokal dan permainan tradisionalnya,Indonesia justru kaya,”Sudah pasti ini sebagai kebanggaan tersendiri bagi kita,Mari jaga dan lestarikan kearifan lokal bangsa Indonesia Merdeka.

Dan dengan ini mari kita wujudkan prinsip kerjasama dan kekompakan kita untuk indonesia yang lebih baik dan lebih maju,”dan dengan kita mencontoh dari tradisi yang kita peringati setiap tahunnya dalam perayaan hari kemerdekaan dengan semangat kekompakan dan kegigihan untuk mendapatkan hasil sebagai pemenang dalam perlombaan,”dia menjelaskan.

Maka dari itu marilah kita eratkan tali persahabatan untuk Indonesia yang lebih baik dan lebih maju,”jangan ada lagi ke curigaan,kebencian antar umat beragama yang bisa merusak tali persaudaraan,dengan kekompakan dan kebersamaan,kegigihan negara yang bersatu tidak mudah terpecah belah dan kokoh dalam arti gambaran panjat pinang itu sendiri,”ungkap Wijarnato.

Ditulis Oleh -Aldi Lintasmetro

124 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *