AS Siap Kerahkan Militer Dengan Skala Besar, Bila Korut Luncurkan Bom Hidrogen

PERSIAPAN KORUT, BOM HIDROGEN

Berita Lintas Metro – Menteri Pertahanan Amerika Serikat Jim Mattis mengancam akan mengerahkan seluruh kekuatan militernya, setelah Korea Utara melakukan uji nuklir beberapa waktu lalu.

“Setiap ancaman terhadap Amerika Serikat atau wilayahnya, termasuk Guam atau sekutu kami, akan disambut dengan tanggapan militer besar, yang efektif dan luar biasa.” kata Mattis di gedung putih seperti yang dilansir Reuters, Senin (4/9).

Dia mengatakan Washington tidak mencari “penghancuran total sebuah negara, yaitu Korea Utara”. “Tapi, seperti yang saya katakan, kami memiliki banyak pilihan untuk melakukannya,” katanya.

Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pun angkat berbicara melalui telepon membahas peningkatan ancaman nuklir Korea Utara yang saat ini tengah mengembangkan bom hidrogen berkekuatan perusak hebat.

Menurut kantor berita resmi Korea Utara, KCNA, pengembangan bom hidrogen itu dilakukan di tengah peningkatan ketegangan wilayah menyusul dua uji peluru kendali antar benua (ICBM) Pyongyang pada Juli, yang dapat terbang hingga sekitar 10.000 kilometer dan diperkirakan menjangkau beberapa bagian dari daratan utama Amerika Serikat.

Di bawah kepemimpinan generasi ketiga, Kim Jong-un, Korea Utara berusaha mengembangkan perangkat nuklir kecil dan ringan, yang sesuai dengan peluru kendali balistik jarak jauh tanpa mempengaruhi jangkauannya, sehingga mampu bertahan setelah kembali memasuki atmosfer Bumi.

Korea Utara, yang mengembangkan kegiatan nuklir dan peluru kendalinya meskipun bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB dan menyebabkan beberapa sanksi, “baru-baru ini berhasil” mendapat kemajuan dalam pengembangan bom hidrogen yang akan dimuat dalam ICBM, menurut laporan KCNA.

“Bom-H, yang kekuatan peledaknya dapat disesuaikan dari puluhan kilo ton hingga ratusan kilo ton, merupakan senjata termonuklir bersifat multi fungsi dengan kekuatan perusak yang hebat, meskipun diledakkan bahkan di tempat yang tinggi untuk serangan EMP (Electromagnetic Pulse) super kuat guna menyerang sesuai dengan tujuan strategis,” kata KCNA.

Kim Dong-yub, seorang ahli militer di Institut Studi Timur Jauh pada Universitas Kyungnam, Seoul, merasa skeptis.

“Merujuk pada daya ledak puluhan sampai ratusan kilo ton, tampaknya itu bukanlah bom H yang sama sekali baru. Kemungkinan itu hanyalah perangkat nuklir yang diperkuat,” kata Dong-yub, mengacu pada sebuah bom atom yang menggunakan beberapa isotop hidrogen untuk meningkatkan daya ledak.

Daya ledak bom hidrogen dapat mencapai ribuan kilo ton, lebih kuat daripada bom nuklir yang terakhir di uji coba oleh Korea Utara pada September dengan kekuatan hanya sekitar 10 sampai 15 kilo ton, mirip dengan bom yang dijatuhkan di Hiroshima, Jepang, pada 1945.

Kedudukan Korut dan Korsel secara teknis masih dalam perang, karena kemelut 1950-1953 mereka berakhir dalam gencatan senjata, bukan perjanjian perdamaian. Utara berulang kali mengancam menghancurkan Selatan dan sekutu utamanya, Amerika Serikat.

BERITA LINTAS METRO

-Post By-

GADIS POKER

62 Total Views 1 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *