Presiden AS Donald Trump Ditegur Perdana Menteri Inggris Terkait Komentarnya Mengenai Ledakan di Stasiun London

Adanya ledakan di salah satu stasiun bawah tanah kota London Inggris yang terjadi pada hari Jumat pagi tanggal 15 September 2017 kemarin menjadi salah satu moment yang menakutkan bagi sebagian masyarakat London. Pasalnya ledakan yang terjadi di tempat ramai tersebut telah membuat orang-orang di stasiun panik, berteriak dan berlarian kesana-kemari karena ketakutan. Bahkan menurut keterangan dari beberapa saksi mata yang saat itu berada di stasiun, mereka mengatakan bahwa setelah mendengar ledakan tersebut, mereka semua panik dan berteriak-teriak sambil berlarian ingin keluar dari stasiun. Bahkan ada beberapa orang yang sampai jatuh di tangga dan akhirnya terinjak-injak oleh orang lain yang ingin segera keluar dari stasiun. Akibatnya banyak orang yang terluka juga akibat insiden tersebut. Baik yang mengalami luka bakar akibat ledakan dari bom tersebut, atau terluka akibat terjatuh dan terinjak-injak.

Trump Komentari Ledakan di kota London

Menanggapi insiden ledakan bom yang menurut keterangan para saksi diletakkan di gerbong kereta paling belakang tersebut, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengecam aksi tersebut. Seperti yang telah dikutip oleh beberapa sumber, melalui akun Twitter-nya dia berkomentar bahwa peristiwa tersebut merupakan salah satu bentuk aksi teroris yang dilakukan oleh para kelompok teroris pecundang. Kemudian dia juga menambahkan komentarnya bahwa pihak-pihak yang melakukan serangan tersebut adalah kelompok orang-orang yang sakit dan gila yang dia yakini sudah dalam jangkauan otoritas anti teroris Inggris Scotland yard.

Dalam peristiwa ledakan yang melukai setidaknya 20 orang itu Donald Trump yakin bahwa terorislah yang berada di balik otak penyerangan dengan menggunkana bom tersebut. Dalam statusnya di berkata yakin bahwa pelaku sudah dikenal oleh pihak berwenang Inggris.

Tanggapan dari Perdana menteri Theresa May Mengenai Komentar Trump

Setelah Trump mengemukakan pendapatnya tentang peristiwa pengeboman yang terjadi di salah satu stasiun bawah tanah kota London Jumat pagi kemarin, Perdana Menteri Theresa may ikut berkomentar menanggapi komentar Trump tersebut. Sama melalui akun Twitter, May juga berkomentar bahwa pelaku dalam pengeboman tersebut belum sepenuhnya diketahui atau dipastikan. Karena itu tidak ada gunanya menarik kesimpulan dari penyelidikan yang masih sedang berjalan. Setelah komentar yang diungkapkan oleh Perdana Menteri May tersebut disebar secara umum, Donald Trump akhirnya menanggapi lagi dengan mengatakan akan menghubungi Perdana Menteri May.

Adanya tanggapan dari May tersebut menjadikan informasi yang dibeberkan oleh Trump masih belum pasti kebenarannya, pasalnya jika memang informasi tersebut benar, maka Trump sudah lebi dulu membeberkan informasi tentang pengeboman tersebut kepada public sebelum pihak Inggris melakukannya. Sedangkan penyidikan tentang pengeboman tersebut masih berlanjut dan belum dipastikan siapa pelakunya.

Komentar yang dilakukan Perdana Menteri May dalam rangka menanggapi komentar yang dilakukan oleh Donald Trump dianggap sebagai sebuah sinyal teguran yang dilakukan Perdana Menteri Inggris tersebut kepada sang Presiden. Pasalnya piak Inggris belum sepenunya siap mengungkapkan pelaku sebenarnya dari peristiwa peledakan tersebut dan penyelidikan juga masih berjalan. Jadi May seperti memberikan teguran bacarat online kepada sang Presiden dari Negara adidaya tersebut agar tidak memberikan informasi yang belum jelas kebenarannya ke public. Dia juga seperti menegur Trump agar tidak membocorkan bahan penyelidikan pihak Inggris kepada public sebelum segala informasinya jelas dan pihak Inggris siap untuk menyebarkannya ke media.

118 Total Views 1 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *