PT SKU Bisa Kelola Suroboyo Bus Meski Belum Punya Pengalaman

PT SKU Bisa Kelola Suroboyo Bus Meski Belum Punya Pengalaman

PT SKU Bisa Kelola Suroboyo Bus Meski Belum Punya Pengalaman

Lintas Metro.com – PT SKU Bisa Kelola Suroboyo Bus Meski Belum Punya Pengalaman, Selama pengelolanya masih dinas perhubungan, naik Suroboyo Bus tetap membayar pakai botol plastik.

Penumpang umum yang ingin membayar pakai uang baru bisa naik bus milik pemkot itu selama yang mengelola bukan dinas.

Secara aturan, dinas tak punya kewenangan untuk mengelola transportasi umum. Karena itulah, sampai saat ini bus masih berpelat merah.

Bayarnya pun tak bisa memakai uang, tapi sampah botol plastik.

Pakar hukum Ubaya Prof Eko Sugitario sudah mengingatkan pemkot agar segera mengubah pelat nomor bus tersebut.

Dari pelat merah atau kendaraan pemerintah menjadi pelat kuning alias kendaraan umum. ’’Apakah boleh pelat merah menarik tarif. Meskipun itu plastik, tetap ada nilainya,’’ kata Eko.

Pembayaran dengan botol plastik memang dilakukan pemkot sebagai upaya pengurangan sampah.

Namun, hal tersebut dianggap tak sesuai dengan UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Kendaraan umum seharusnya berpelat kuning.

Sebenarnya banyak opsi yang bisa diambil pemkot. Bisa diserahkan ke BUMD atau BUMN. Jika BUMN, pengelolanya sangat mungkin DAMRI.

Namun, kerja sama itu tampaknya alot. Sebab, DAMRI menganggap pengelolaan bus jenis itu mahal dan boros bahan bakar. Kalaupun berbayar, tiketnya relatif mahal.

Opsi lainnya adalah pembentukan BUMD baru. Namun, prosesnya bakal memakan waktu lama.

Pemkot harus mengusulkan pembentukan itu dalam program pembentukan perda (properda) DPRD Surabaya. Namun, hingga kini usul itu belum masuk.

Ada opsi cepat yang bisa diambil. Yakni, menunjuk PT Surya Karsa Utama (SKU). Selama ini, perusahaan milik pemkot itu bergerak dalam bidang properti.

Wujudnya pembangunan perumahan murah. Namun, dalam AD-ART perusahaan tersebut, bidang usahanya luas.

Karena itu, pengelolaan Suroboyo Bus bisa dilakukan. ’’Memang di anggaran dasarnya menyebutkan usaha transportasi.

Sebenarnya bisa saja,’’ ujar Kabag Perekonomian Pemkot Surabaya Khalid.

Namun, hingga kini Khalid belum pernah berkoordinasi dengan dishub selaku pengelola bus.

Meski bisa menjalani bisnis transportasi, nyatanya PT SKU belum memiliki pengalaman tersebut.

Karena itu, Khalid merasa penunjukan PT SKU sebagai pengelola Suroboyo Bus tetap membutuhkan waktu.

Diperlukan persiapan dan kajian sebelum mengambil kebijakan tersebut. ’’Pelayanan bus kan sudah berjalan dan dinikmati masyarakat.

Jangan sampai ada persoalan jika ada pengalihan pengelolaan. Semuanya harus matang,’’ katanya.

Dibuat oleh – Lintas Metro.com

15 Total Views 1 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *