Alasan Mengapa Arsenal Harus Pecat Unai Emery

Lintasmetro.com – Alasan Mengapa Arsenal Harus Pecat Unai Emery, Arsenal menjalani start yang bagus di bawah Unai Emery pada awal musim ini. Namun, The Gunners belakangan ini terlihat berantakan.

Inkonsistensi masih menjadi masalah terbesar Arsenal sejauh ini. Mereka sekarang sudah tidak pernah menang dalam tiga pertandingan terakhir di Premier League.

Di pertandingan terakhir melawan Wolverhampton Wanderers, Arsenal kembali membuang kemenangan di depan mata. Setelah unggul lewat Pierre-Emerick Aubameyang, mereka akhirnya harus puas bermain imbang 1-1.

Alhasil, Arsenal sekarang tertahan di peringkat kelima di klasemen sementara Premier League. Mereka hanya mengumpulkan 17 poin dari 11 pertandingan.

Rentetan hasil buruk yang diterima oleh Arsenal membuat posisi Emery saat ini terancam. Mungkin sudah saatnya Arsenal membuat keputusan soal masa depan manajer asal Spanyol tersebut.

Berikut ini tiga alasan Arsenal harus pecat Unai Emery sebelum Januari

Alasan Mengapa Arsenal Harus Pecat Unai Emery

Kurang Komunikasi

Masalah terbesar dengan filosofi taktik Emery adalah hanya sedikit orang yang benar-benar memahaminya. Ini dikarenakan kurangnya kemampuan berkomunikasi sang manajer.

Independent belum lama ini membeberkan masalah yang dialami Emery di Arsenal “Beberapa pemain benar-benar kesulitan memahami apa yang dia katakan. Itu adalah masalah yang sama yang dia miliki di Paris Saint-Germain. Dia tidak bisa berbicara dengan baik.”

Akibatnya, Dani Ceballos bisa bermain dengan baik di Emirates tetapi tidak dengan rekan-rekan yang berasal dari Jerman atau Inggris. Dan masalah Arsenal akan terus meningkat jika masalah komunikasi ini tidak ada solusinya di masa depan.

Tidak Bisa Memaksimalkan Pemain

Emery bisa memanfaatkan kualitas Ceballos dan Guendouzi dengan baik. Arsenal masih punya banyak pemain berkualitas lainnya tetapi kebanyakan dari mereka kesulitan menampilkan permainan terbaik mereka di bawah manajer Spanyol tersebut.

Mesut Ozil diperlakukan dengan buruk oleh Emery dan dibekukan dari starting eleven sampai tampil mengesankan melawan Liverpool.

Henrikh Mkhitaryan adalah contoh lainnya. Manajer Spanyol itu gagal mendapatkan kualitas mantan playmaker Dortmund tersebut. Hal yang sama juga terjadi dengan Lucas Torreira, yang masih tidak yakin dengan posisi favoritnya di bawah Emery. Bahkan Nicolas Pepe belum membuat dampak yang besar meski sudah ditebus dengan biaya mahal.

Akibatnya, Arsenal selalu mengandalkan kemampuan pemain muda mereka daripada pemain bintang. Dan ini adalah alasan serius yang perlu diperhatikan petinggi Arsenal.

Masalah Taktik

Komunikasi dan manajemen bukanlah satu-satunya hal yang kurang dimiliki Emery selama masa kepemimpinanya di Arsenal. Pemilihan taktik mantan bos PSG itu juga sangat dipertanyakan karena merugikan klub.

Misalnya, manajer berusia 48 tahun itu menginginkan Arsenal bermain dari belakang secara ekstensif meski David Luiz dan Sokratis ada di jantung pertahanan. Padahal, tidak ada satupun dari kedua pemain bertahan itu yang cukup tajam dalam hal kualitas teknis. Dan meskipun Luiz dikenal karena kemampuannya untuk memberikan umpan ke depan, dia jelas sudah kehilangan sentuhannya dalam beberapa tahun terakhir.

Selain itu, pertahanan Arsenal tidak punya identitas, terutama setelah kepergian Nacho Monreal dan Laurent Koscielny. Pemain bertahan mereka sering bingung dan meninggalkan ruang di belakang ketika sedang fokus menyerang.

Dibuat Oleh : Lintasmetro

16 Total Views 2 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *