Banjir yang Merendam Dua Desa di Kudus Berangsur Surut

Banjir yang Merendam Dua Desa di Kudus Berangsur Surut

Lintasmetro.com – Banjir yang Merendam Dua Desa di Kudus Berangsur Surut, Ketinggian air merendam dua desa di Kecamatan Jati berangsur surut kemarin. Meskipun pada pagi tadi air sempat naik sekitar 5 Cm karena curah hujan tinggi. Jumlah rumah yang tergenang juga berkurang. Di Dukuh Goleng, Desa Parusuhan Lor, Jati, Kudus, yang semula ada 30 rumah yang terendam, kemarin tinggal 25 rumah. Sementara di Desa Jati Wetan tetap sama 82 rumah.

Dari pantauan Lintasmetro.com Radar Kudus, sebagian wilayah di Dukuh Tanggulangin, Gendok dan Barisan masih terendam air. Ketinggiannya bervariatif. Jika kemarin ketinggian air paling dalam sekitar 50 cm, kini turun menjadi 40 cm. Meskipun banjir, warga tetap beraktivitas seperti biasa. Sebagian anak-anak sekolah masih berangkat dengan jalan kaki. Meskipun harus melepas sepatu karena sebagian akses jalan terendam.

Salah satu warga RT 6/RW 3, Dukuh Gendok, Siti Aminah, 28, terlihat masih beraktivitas di dalam rumahnya yang terendam air dengan ketinggian hampir menyentuh lutut. Sambil menggendong anaknya yang masih berusia satu tahun, dirinya tetap menjalankan aktivitas seperti memasak hingga mencuci baju.

Banjir yang Merendam Dua Desa di Kudus Berangsur Surut

”Sudah seminggu banjir, ini sudah mulai surut. Setiap tahun memang begini. Ini malah tidak begitu parah banjirnya karena jalannya sudah ditinggikan,” katanya.

Camat Jati Andrias Wahyu Adi mengungkapkan upaya peninggian jalan di sebagian wilayah Desa Jati Wetan cukup berdampak. Total ada sekitar 1,5 Km jalan akses di Desa Jati Wetan yang ditinggikan. Jalan sepanjang 550 meter dibangun menggunakan APBD sebesar Rp 1,7 miliar. Sementara jalan sepanjang 600 meter dibangun menggunakan dana desa Rp 160 juta.

Jalan kabupaten di Desa Jati Wetan sepanjang 550 meter ditinggikan 50 Cm. Sementara jalan desa sepanjang 400 meter di Dukuh Barisan dan 200 meter di Dukuh gendok ditinggikan hingga 75 Cm.

Kemarin, pintu air kencing 1 tanggulangin sudah bisa dibuka. Sehingga genangan di Tangulangin dan sekitarnya bisa dibuang ke Sungai Wulan. Terkait penanganan banjir di daerahnya, ada beberapa hal yang disebutkan. Seperti penambahan pompa polder berkapasitas besar, penguatan talut hingga normalisasi sungai.

”Tanggul di tiga dukuh tersebut saat ini kritis. Sehingga perlu segera dilakukan pengutaan tanggul. Sabtu lalu, warga bersama Muspika bekerja bakti memperkuat tanggul dengan tanah padas sepanjang 20 meter,” tutupnya.

Dibuat oleh – Lintasnetro.com

723 Total Views 2 Views Today

Related posts

Leave a Comment