Basarnas Perluas Area Pencarian Udara Sriwijaya Air SJ 182

Pencarian yang semula dilakukan di 6 sektor kini diperluas menjadi 9 sektor untuk memaksimalkan pelacakan puing Sriwijaya Air SJ 182.

lintasmetro.com — Kepala Bagian Operasi Basarnas, Brigjen TNI (Mar) Rasman mengatakan bakal memperluas area pencarian Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di udara.

Perluasan ditempuh guna memaksimalkan pencarian pecahan pesawat berjenis Boeing 737-500 yang mungkin mengapung di laut.

“Untuk areal pelaksanaan kegiatan udara itu kami tetap melaksanakan pemantauan lewat udara dengan areal yang kita perluas,” kata Rasman, kepada wartawan di Pelabuhan JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (12/1).

“Kemungkinan kalau ada benda atau barang yang jadi objek pencarian di permukaan itu bisa dipantau,” sambung dia lagi.

Upaya pencarian dibagi ke dalam 9 sektor, awalnya area pencarian hanya ada 6 sektor. Namun 6 sektor sebelumnya dimaksimalkan untuk pencarian black box di laut.

“Jadi upaya kita untuk mencari di atas permukaan tetap kita lakukan, itu kita bagi dalam 9 sektor, kita tetap fokus di 6 sektor untuk pencarian black box,” ujar Rasman.

Pada pencarian hari ke-empat ini, Tim SAR Nasional menurunkan 54 kapal untuk mengoptimalkan pencarian di laut. Empat kapal di antaranya difokuskan mencari black box atau kotak hitam Sriwijaya Air SJ 182.

Kemudian ada pula Perahu Rib, Jetski, perahu karet, dan Sea Rider sebanyak 20 buah untuk membantu pencarian di laut. Di posko JITC ini juga tersedia ambulans yang siap siaga sebanyak 22 buah.

Rasman pun berharap, cuaca hari ini mendukung pencarian, sehingga dengan peralatan maksimal maka pencarian Sriwijaya Air SJ 182 dapat segera rampung.

“Mudah-mudahan cuaca bersahabat sehingga seluruh potensi atau tim yang lakukan kegiatan khususnya yang ada di LKP mampu melaksanakan tugas dengan baik, harapan kita mudah-mudahan hari ini selesai,” kata dia lagi.

Pesawat komersial Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak yang mengangkut 50 penumpang dan 12 kru dinyatakan jatuh setelah sempat hilang kontak, pada Sabtu (9/1). Tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian sejak hari nahas itu hingga kini.

KNKT juga mengerahkan penyelam menggunakan pinger finder atau alat pencari, hingga membuat skema triangle untuk mempersempit area pencarian black box. Sejumlah puing pesawat, pakaian, hingga  potongan tubuh diduga penumpang Sriwijaya Air SJ 182 mulai ditemukan Tim SAR gabungan pada Minggu (10/1).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *