BMW R18 Begaya Retro Klasik

BMW R18 Begaya Retro Klasik

BMW R18 Begaya Retro Klasik

BMW R18 Begaya Retro Klasik Hadir di Indonesia Tahun Depan

BMW R18 Begaya Retro Klasik
BMW R18 Begaya Retro Klasik

BMW R18 dikabarkan akan masuk pasar Indonesia tahun depan 2020

LintasMetro.com, Jakarta BMW R18 direncanakan akan hadir di Indonesia tahun depan, 2020. Hal itu disampaikan oleh CEO BMW Motorrad Indonesia.

BMW R18 bermodel retro klasik yang mengingatkan pada motor era tahun 60-an. Motor boxer khas BMW itu akan mendapat beragam modernisasi di sisi teknis. Ya, BMW R18 terkonfirmasi rilis November pada panggung EICMA 2019. Dan menariknya, tahun depan motor ini sudah mengaspal di Tanah Air.

“Soal produk baru, yang saya dengar dan pasti, BMW R18. Launching-nya November di EICMA 2019. Nah, kalau masuk Indonesia, mudah-mudahan bisa tahun depan,” kata Joe Frans, CEO BMW Motorrad Indonesia.

Tentu kehadiran R18 bakal memberi warna baru. Pasalnya, tema desainnya begitu klasik. Kontras dengan gaya modern di line up lain. Mengacu pada bentuk konsep, ia mengadopsi model roadster bertema bobber. Ground clearance dibuat rendah, fork depan juga dipasang dengan sudut miring. Arm belakang pun dibuat seakan rigid, namun sebetulnya ada monoshock persis di kolong jok.

Sadel tunggal dan tangki membulat yang terpasang apik memperkuat artikulasi desain klasik.

BMW R18 Begaya Retro Klasik adanya cover fork dengan grafis spatbor belakang besar yang menempel di roda serta kombinasi headlight bulat dan stoplamp minimalis.

Sekilas Anda pasti tak menyangka ia lahir di era modern.

Tentang jantung pacu yang dibawa, tentulah sudah modern. Berkubikasi 1.800 cc berteknologi injeksi. Namun lihat, bentuk mesin boxer di-finishing benar-benar lawas. Campuran kelir krom dan aluminium berpadu cantik. Lantas knalpot yang digunakan pun memanjang khas nenek moyangnya. Sayangnya hingga kini, belum ada data spesifikasi lengkap. Tunggu saja saat meluncur di EICMA.

BMW R18 Begaya Retro Klasik
BMW R18 Begaya Retro Klasik

Selain persiapan model baru, BMW Motorrad global juga menyiasati langkah bisnis dengan memanjangkan masa garansi. Ini pun berlaku di Indonesia, seperti yang dikatakan Rozali Fatwa, After Sales Head Maxindo Moto Nusantara.

“Garansi motor BMW kini diperpanjang jadi tiga tahun (Sebelumnya dua tahun). Yang tentu saja bisa diajukan melalui diler-diler resmi di Indonesia, tanpa dipungut biaya. Warranty yang dimaksud itu kerusakan terkait kesalahan desain atau proses produksi, termasuk komponen listrik,” katanya.

Tapi, urusan komponen yang habis terkonsumsi, itu tidak termasuk. Semacam kampas kopling, rem dan lain sebagainya. Apalagi jika kerusakan disebabkan oleh kecelakaan atau akibat modifikasi yang tidak sesuai dengan rekomendasi BMW.

Perlu dicatat, kebijakan ini baru berlaku pada motor-motor produksi Agustus 2019 ke atas. Di bawah itu, Anda harus menghela napas karena masih mengikuti kebijakan lama: Garansi dua tahun tanpa batas jarak tempuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *