Dituduh Mencuri Cincin Gadis Disiksa Warga Dan Aparat Desa

Lintasmetro.comDituduh Mencuri Cincin Gadis Disiksa Warga Dan Aparat Desa.gadis berusia 16 tahun asal Desa Babulu Selatan, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kejadian itu, lanjut Son, bermula pada Rabu 16 Oktober 2019 sekitar pukul 18.00 WITA, N mengecas telepon selulernya di rumah tetangganya bernama Marince Morin dan Naris Bere.

Mereka berteriak-teriak menuduh N telah mencuri cincin mereka seharga Rp 500.000 lebih.

Lantaran dituduh seperti itu, N lalu membantah dan mengatakan dirinya tidak mencuri cincin itu.

Kepala dusun pun datang dan langsung memukul dan menggeledah rumah N. Namun, cincin tidak menemukan cincin itu.

Selanjutnya, sekitar pukul 19.00 Wita, kepala dusun bersama warga mulai mengadili N bahkan sampai menyetrumnya mengunakan arus listik lantaran gadis muda itu tak mau mengakui tuduhan tersebut.

“Penyiksaan terhadap N berlanjut hingga Kamis (17/10/2019) pagi,”ungkap Son.

Kepala Desa Babulu Selatan Paulus Lau yang mendapat laporan kejadian pencurian tersebut langsung mendatangi lokasi lalu mengadili korban di rumah posyandu setempat.

Dituduh Mencuri Cincin Gadis Disiksa Warga Dan Aparat Desa

Upaya Kepala Desa Babulu Selatan Paulus Lau untuk menyelesaikan masalah tersebut malah menambah penyiksaan terhadap N.

N didudukkan pada sebuah kursi plastik, lalu kedua tangannya diikat ke belakang kemudian digantung pada palang kayu posyandu.

“Pada saat bersamaan, keponakan saya ini terus dipukuli dan dicaci maki oleh sejumlah warga yang menyaksikan hal tersebut,”ujarnya.

Menurut Son Koli, pada saat kejadian, korban hanya bersama dengan mama kandungnya karena bapaknya sedang merantau di Kalimantan.

“Saya sebagai om kandung juga tidak tahu karena rumah saya di Boas, Kecamatan Malaka Timur. Bahkan pada saat itu, mamanya juga kena pukul,” ujar Son Koli.

Terhadap kejadian ini, selaku keluarga korban, Son mendesak polisi untuk mengusut tuntas kasus tersebut dan menghukum para pelaku sesuai hukum yang berlaku.

Keponakan saya ini mengalami trauma berat. Kami minta polisi segera tangkap para pelaku dan hukum seberat-beratnya,”tegas Son.

Dibuat – Cahyono Lintasmetro.com

18 Total Views 2 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *