Formasi Guru-Tenaga Kesehatan Jadi Prioritas

Formasi Guru-Tenaga Kesehatan Jadi Prioritas

Formasi Guru-Tenaga Kesehatan Jadi Prioritas

Lintasmetro.com – Formasi Guru-Tenaga Kesehatan Jadi Prioritas, Rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019 terus disorong Pemkab Mojokerto ke meja Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). Kemarin (28/10), sebanyak 477 lowongan baru saja diusulkan oleh Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) ke kementerian sebelum dibuka awal November mendatang.

Jumlah tersebut terbagi dalam dua kategori, yakni CPNS sebanyak 400 lowongan, dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak (PPPK) sebanyak 77 lowongan. Dengan formasi guru,

dan tenaga kesehatan menjadi prioritas terbesar di antara semua jenis lowongan yang dibuka. ’’Yang jelas komposisinya itu, fungsional guru, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis. Itu saja,’’ tutur Kepala BKPP Kabupaten Mojokerto Susantoso, Senin (28/10).

Formasi Guru-Tenaga Kesehatan Jadi Prioritas

Namun, mantan kepala Bakesbangpol ini belum bisa menyebut berapa jumlah pasti lowongan di masing-masing formasi yang diajukan. Selain masih dalam tahap usulan,

jumlah lowongan juga masih berpotensi berubah. Potensi itu, mengingat banyaknya pertimbangan sebelum membuka rekrutmen yang diprediksi berlangsung awal November mendatang. Saat ini, proses pengajuan masih menunggu persetujuan dari kementerian.

’’Baru tadi (kemarin, Red) kita ajukan ke pusat. Rumusan jumlah lowongannya saja baru selesai Jumat (25/10) malam,’’ imbuhnya.

Meski demikian, Susantoso memastikan bidang pendidikan dan kesehatan masih menjadi kebutuhan pokok yang harus dipenuhi, termasuk soal jumlah tenaganya. Di mana,

fomasi guru, perawat, bidan, hingga dokter bakal mendapat jatah lowongan yang paling besar. Bahkan, BKPP memastikan jenis lowongan lain justru harus dibagi dalam dua rekrutmen, baik CPNS maupun PPPK. Sementara guru dan tenaga kesehatan,

dikhususkan lewat rekrutmen CPNS. ’’Kalau kita buka semuanya untuk CPNS, kan kasihan honorer dan tenaga harian lepas (THL) yang selama ini mengabdi. Mereka kan rata-rata tenaga teknis dan usianya sudah lebih dari 35 tahun,’’ ujarnya.

Sebelumnya, Pemkab Mojokerto akan mengusulkan 535 lowongan CPNS yang akan dibuka di rekrutmen tahun 2019 ini. Yakni, berdasarkan jumlah PNS yang mengakhiri masa tugasnya sampai akhir tahun 2019 atau menggunakan sistem zero growth.

Namun, jumlah itu diubah dan dikurangi kembali menjadi hanya 477 untuk CPNS dan PPPK. Perubahan dilakukan demi memberikan kesempatan bagi honorer dan THL dalam merubah nasib dan statusnya. Meski dikurangi, pemkab tetap memberikan peluang besar bagi ribuan pelamar untuk bisa menjadi PNS. Di mana,

rekrutmen akan digulirkan selama lima tahun kedepan secara berturut-turut. Cara tersebut sekaligus untuk memenuhi kebutuhan pegawai di semua organisasi perangkat daerah (OPD) dan satuan kerja (satker), mulai dari tingkat kabupaten hingga kelurahan/desa.

Yakni, sebanyak 2 ribu lebih untuk memenuhi kebutuhan ideal sekitar 10 ribu pegawai. ’’Pastinya seperti itu (membuka rekrutmen lima tahun berturut-turut, Red). Kita kan juga dituntut harus bisa memenuhi semua kebutuhan pegawai pasca moratorium CPNS,’’ tandasnya.

Dibuat oleh – www.lintasmetro.com

31 Total Views 1 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *