Gerindra Masih Ngotot Rebut Kursi Ketua MPR Indonesia

Gerindra Masih Ngotot Rebut Kursi Ketua MPR Indonesia

Gerindra Masih Ngotot Rebut Kursi Ketua MPR Indonesia
Gerindra Masih Ngotot Rebut Kursi Ketua MPR Indonesia

Lintasmetro : Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani mengaku, masih ngotot mendapatkan posisi Ketua MPR periode 2019-2024.

Padahal delapan dari sembilan fraksi sudah sepakat menyerahkan kursi Ketua MPR ke Politikus Partai Golkar Bambang Soesatyo atau Bamsoet.Gerindra Masih Ngotot Rebut Kursi Ketua MPR Indonesia

“InsyaAllah kuat teguh, (jadi Ketua MPR)” kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Gerindra Masih Ngotot Rebut Kursi Ketua MPR Indonesia

Muzani menjelaskan, dalam rapat lobi-lobi, semua fraksi setuju untuk musyawarah mufakat dalam memilih Ketua MPR.

Namun, ia meyebut belum ada titik temu siapa yang bakal jadi ketua MPR.Gerindra Masih Ngotot Rebut Kursi Ketua MPR Indonesia

“Kalau mekanisme musyawarah mufakat kita dipaksa untuk menyetujui ketua yang bukan kita ingin kan, itu soal. Maka kami pun tetap ingin bahwa ketau MPR diajukan oleh fraksi partai Gerindra,” ungkapnya.

Dia juga mengaku, sudah berdiskusi dengan Bamsoet untuk menemukan jalan tengah pemilihan Ketua MPR. Tetapi, Muzani menegaskan, dirinya juga diminta partai menjadi Ketua MPR.

“Saya diminta menggunakan mekanisme mufakat, saya juga sama menggunakan mekanisme mufakat, tapi lu menyetujui, gue atau gue menyetujui lu. seperti itu, kalau elu, gue menyetujui lu, gue dapat mandat,” ucapnya.

Dia juga mengaku, sudah berdiskusi dengan Bamsoet untuk menemukan jalan tengah pemilihan Ketua MPR. Tetapi, Muzani menegaskan, dirinya juga diminta partai menjadi Ketua MPR.

“Saya diminta menggunakan mekanisme mufakat, saya juga sama menggunakan mekanisme mufakat, tapi lu menyetujui, gue atau gue menyetujui lu. seperti itu, kalau elu, gue menyetujui lu, gue dapat mandat,” ucapnya.

Karena itu, jika masih alot, Muzani mengusulkan voting dalam pemilihan Ketua MPR. Ia pun yakin menang jika voting dilakukan.

Saya diminta menggunakan mekanisme mufakat, saya juga sama menggunakan mekanisme mufakat, tapi lu menyetujui, gue atau gue menyetujui lu. seperti itu, kalau elu, gue menyetujui lu, gue dapat mandat,” ucapnya.

(Tetap teguh jadi Ketua MPR?) ya sampai kita laporkan pada ketua dewan pembina,” ucap Muzani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *