Topeng Monyet

Kisah Pilu Bintang Sirkus menyedot perhatian.

Kisah Pilu Bintang Sirkus menyedot perhatian. Di berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia, pertunjukan-pertunjukan yang menggunakan hewan sebagai ‘bintang’ memang menyedot perhatian.

Kisah Pilu Bintang Sirkus menyedot perhatian. Tentu saja, pemasukan bagi penyelenggara. Tapi, keuntungan finansial bagi manusia malah menjadi kerugian luar biasa bagi sang ‘bintang’.

berikut adalah diantara binatang yang sering dijadikan hewan pertunjukan.

  • Tyke, Gajah Yang Muak
Kisah Pilu Bintang Sirkus menyedot perhatian.
Kisah Pilu Bintang Sirkus menyedot perhatian.

Pada tahun 1994, seekor gajah bernama Tyke mengamuk. Setelah jenuh berurusan dengan pukulan dan rantai, sang gajah mengamuk. Dan ketika mengamuk, pelatih pun tidak bisa melindungi dirinya. Apalagi masyarakat luas.

Setelah melihat orang itu sang pelatih cedera berat, orang-orangpun menyadari bahwa ini bukan bercanda. Selama hampir 30 menit, Tyke berlarian di jalanan di kawasan bisnis Kakaako di saat jam sibuk. Tyke akhirnya ditembak 87 kali oleh polisi sebelum ia lunglai karena kerusakan syaraf dan pendarahan otak. Mati mengenaskan.

  • Paus Yang Didukung Petisi

Dikutip dari The Guardian pada Kamis (12/11/2015), seorang CEO di SeaWorld tersebut mengumumkan akan menghentikan pertunjukan menggunakan paus pembunuh (orca) sebelum 2017 setelah adanya badai protes akibat terbitnya film dokumenter Blackfish.

  • Topeng Monyet
Topeng Monyet
Topeng Monyet

Dalam tulisan Daily Mail yang dikutip pada Kamis (12/11/2015), monyet-monyet macaque di Indonesia dipaksa menyuguhkan pertunjukan sambil dirantai dan dipakaikan baju-baju berhias. Topeng monyet.

Selain mengenakan pakaian yang aneh dan topeng, hewan berbuntut panjang inipun dipaksa menaiki sepeda dan menunggangi kuda mainan.

  • Cholita, Stress Hingga Botak
Cholita, Stress Hingga Botak
Cholita, Stress Hingga Botak

Beruang berusia 25 tahun bernama Cholita ini menghabiskan hampir seluruh hidupnya bersama suatu sirkus Peru dan tinggal di dalam kandang yang sempit dengan penderitaan yang berkelanjuntan setiap hari.

Pihak kebun binatang meminta agar mencarikan rumah baru bagi Cholita. Akhirnya Cholita dibawa ke fasilitas ADI di kota Lima pada April 2015.

Walaupun melegakan, sisa-sisa penyiksaan menetap pada tubuh beruang itu. Beruang itu mengalami pembotakan karena stress. Jari-jarinya pun ada yang sudah dipotong karena ada cakarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *