Mobil 4 Tahun Teronggok di Monas

Mobil 4 Tahun Teronggok di Monas Bebas Biaya Parkir Jika Akan Diambil Pemilik, Tapi…

Mobil 4 Tahun Teronggok di Monas

LintasMetro.com, Jakarta – Mobil 4 Tahun Teronggok di Monas Sejumlah mobil rusak dibiarkan begitu saja di pojok kawasan parkir Monumen Nasional (Monas) oleh pemiliknya.

Tidak diketahui siapa pemilik mobil-mobil itu.

Namun, jika ingin, pemilik bisa mengambil kembali mobil tersebut. Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan membebaskan biaya parkirnya.

Anggota Dishub DKI Jakarta, K Wattimena mengatakan, pemilik mobil hanya perlu membayar biaya derek. Berapa biayanya?

“Tidak dikenakan biaya parkir, tapi ada biaya penarikan mobil derek setengah tahun, sehari buat derek Rp 500 ribu,” kata Wattimena kepada Merdeka di Monas.

Salah satu mobil yang teronggok di pojok parkiran Monas itu merupakan mobil buatan Eropa, BMW berwarna abu-abu.

Mobil-mobil di Monas ini sudah lama tak diambil pemiliknya. Mobil itu rata-rata sudah tidak berfungsi, karena sudah terlalu lama tidak digunakan.

“Yang BMW dan yang warna Biru itu sudah 4 tahun, dari saya masuk sudah ada,”

ujar anggota Dishub DKI Jakarta, K Wattimena di kawasan Monas.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, terkait mobil dan ketentuan membayar derek jika sang pemilik akan mengambilnya.

Mengganggu Parkir

Menurut dia, mobil-mobil ini ditinggal pemiliknya begitu saja di lapangan parkir Monas, sehingga menghalangi mobil yang ingin parkir. Oleh karena itu, mobil-mobil ini diderek dan ditempatkan di pojokan lahan parkir.

“Awalnya mobil-mobil ini ditinggal gitu saja oleh pemiliknya di lapangan dan mengganggu tidak diambil-ambil oleh pemiliknya, jadi kita derek ke pojok sana,” kata Wattimena.

Selain mobil BMW, terdapat angkot dan satu mobil Daihatsu Taruna. Wattimena menuturkan, dua mobil tersebut terparkir di Monas sekitar enam bulan lalu.

Saat disambangi oleh Merdeka, ada satu mobil yang saat itu sedang digunakan istirahat tidur siang oleh juru parkir di kawasan Monas.

“Iya kalau siang dibuat istirahat karena panas,” tambah Wattimena.

Terdapat beberapa mobil tua di kawasan parkir mobil Monas (Monumen Nasional) yang tak diambil pemiliknya. Tak diketahui pemiliknya, mobil-mobil itu berada di pojok setelah dipindahkan petugas dengan derek.

Salah satu mobil yang menyita perhatian ialah mobil sedan bermerek BMW. Masuk dalam kendaraan mewah di tahun 90-an, BMW Seri 5, E34 memiliki beragam fitur dan performa mumpuni pada zamannya.

BMW E34 merupakan generasi ketiga dari BMW Seri 5 yang diproduksi pada tahun 1988 hingga 1995. Mobil ini menggantikan BMW E28 pada tahun 1988 dan kemudian digantikan oleh E39 pada 1996.

Tak diketahui produksi tahun kendaraan, E34 memiliki beberapa pilihan dapur pacu, salah satunya mesin berkapasitas 2 liter yang mampu menghasilkan output tenaga maksimal 148 Tk di 5.900 rpm, serta torsi 190 Nm pada 4.200 rpm.

Sedangkan untuk mesin berkapasitas 2,5 liter, tenaga yang dihasilkan tentu lebih besar, yakni 189 Tk di 5.900 rpm, dan torsi 250 Nm di 4.200 rpm.

Memiliki jarak sumbu roda 2.761 mm, panjang 4.720 mm, lebar 1.751 mm dan tinggi 1.471 mm, mobil ini hadir dengan dua pilihan transmisi, yakni automatic dan manual.

Terkait harga jual saat ini,

mobil pabrikan otomotif Jerman tersebut dibandrol mulai dari Rp25 jutaan hingga Rp60 jutaan tergantung kondisi, tahun dan perubahan yang telah dilakukan.

Bebas Biaya Parkir

Jika mengambil mobil tersebut, pemilik bisa mengambil kembali, karena Dinas Perhubungan DKI Jakarta membebaskan biaya parkirnya.

Anggota Dishub DKI Jakarta, K Wattimena mengatakan, pemilik mobil hanya perlu membayar biaya derek. Berapa biayanya?

“Tidak dikenakan biaya parkir, tapi ada biaya penarikan mobil derek setengah tahun, sehari buat derek Rp500 ribu,” kata Wattimena di Monas.

Sudah lama tak diambil pemiliknya, mobil tersebut tidak bisa dipastikan apakah masih berfungsi. “Yang BMW dan yang warna Biru itu sudah 4 tahun, dari saya masuk sudah ada,” ujarnya.

7 Total Views 3 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *