Penjelasan tentang kemeja Surya Tjandra

LINTASMETRO – Penjelasan tentang kemeja Surya Tjandra Menjadi sorotan , Ada netizen yang menyoroti kemeja putih Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN),

Surya Tjandra, saat pelantikan di Istana karena kemeja politikus PSI itu dikeluarkan dari celana. PSI lalu memberi penjelasan.

Komentar netizen itu di antaranya terlihat di kolom reply cuitan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Twitter. Jokowi mengunggah fotonya bersama para wakil menteri.

Di foto itu, semua wamen berjenis kelamin pria memasukkan kemeja putih kecuali Surya.”Paling kanan itu kemejanya ga dimasukin loh,” tulis seorang netizen.

“Pak yang pojok kanan depan bajunya kok gak di masukin sih pak, kan nggak rapi pak maaf pak hanya mengingatkan,” kata netizen lainnya.

PSI pun memberikan penjelasan soal kondisi tersebut. Juru bicara PSI Dedek Prayudi mengatakan Surya merupakan penyandang polio, sehingga memasukkan baju ke dalam celana akan makin menyulitkan berjalan.

Penjelasan tentang kemeja Surya Tjandra

“Bro Surya memang menyandang tunadaksa pada kakinya karena polio yang dideritanya sejak kecil. Beliau memiliki cara jalan yang berbeda dengan orang kebanyakan,” kata Dedek, Jumat (25/10/2019).

“Kemeja yang ujungnya dimasukkan mengganggu beliau ketika berjalan, yang justru membuat semakin terlihat tidak rapi karena membuat sebagian dari baju keluar,” lanjutnya.

Namun, kata Dedek, tidak ada hal lain yang berbeda dari Surya selain soal cara berpakaian. Menurut dia, Surya lebih gemar mengenakan batik.

“Dalam kesehariannya, ruang kerja beliau sama dengan ruang kerjaku. Tidak pernah aku melihat beliau dengan ujung baju yang dimasukkan. Biasanya memakai batik,” tutur Dedek.

Surya Tjandra dilantik sebagai Wakil Menteri ATR/Kepala BPN siang tadi di Istana Kepresidenan. Presiden Jokowi, dalam sambutannya, menyebutkan secara khusus tugas masing-masing wakil menteri. Tak terkecuali tugas Surya.

“Bapak Surya Tjandra kita percaya menjadi Wakil Menteri ATR/ Kepala BPN. Tugas-tugas besar di sana sangat banyak sekali, terutama nanti akan membantu Pak Menteri di dalam menyelesaikan konflik-konflik agraria, sengketa-sengketa lahan.

Saya tadi sudah target dalam satu tahun sudah selesai apa-apa semuanya. KPI kita jelas, konkret semuanya, didasarkan pada kalkulasi-kalkulasi yang jelas,” kata Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (25/10).


21 Total Views 1 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *