PEREMPUAN INDONESIA DERITA SAKIT SUSAH HAMIL

PEREMPUAN INDONESIA DERITA SAKIT SUSAH HAMIL

PEREMPUAN INDONESIA DERITA SAKIT SUSAH HAMIL

lINTAS METROPEREMPUAN INDONESIA DERITA SAKIT SUSAH HAMIL. Satu dari 10 perempuan di Indonesia menderita penyakit endometriosis. Ironisnya, banyak kaum hawa yang tidak menyadari penyakit berbahaya di diri mereka itu.

Padahal, endometriosis bisa dirasakan oleh setiap wanita. Gejalanya rasa nyeri, mual, dan sakit yang tidak tertahankan saat mengalami haid, serta sulit untuk hamil meski telah berusaha keras dengan pasangannya.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Luki Satria mengatakan, endometriosis seperti penyakit kanker. Bedanya, dia tidak bisa membunuh penderitanya seperti pada kanker. “Satu dari 10 perempuan di Indonesia terkena endometriosis. Penyakit ini mirip kanker, tapi tidak bikin mati. Sulit dideteksi dan belum ada obat yang kuat untuk menyembuhkannya,” kata Luki kepada lINTAS METRO

Penyakit ini, sambung Luki, sudah ada sejak zaman Yunani kuno. Di Indonesia, penyakit ini sudah lama dikenal. Namun, tidak adanya perhatian dari masyarakat, membuat penyakit tersebut jadi tidak dikenali masyarakat.

PEREMPUAN INDONESIA DERITA SAKIT SUSAH HAMIL

Padahal, setiap perempuan yang menderita endometriosis bisa dengan mudah mengenali. Cirinya nyeri pinggul, punggung, sakit saat berhubungan seks, dan kalau sedang haid mengalami mual parah, muntah-muntah, serta kembung.

“Penderita endometriosis sulit hamil. Jadi pertemuan antara sel telur terganggu, rongga rahimnya susah. Belum lagi anatomi di pinggulnya itu berantakan. Bisa hamil dengan esiminasi atau bayi tabung,” terang Luki.

Dalam beberapa kasus, ada juga penderita endometriosis yang tiba-tiba hamil. Tapi, peluang itu sangat kecil karena harus melewati pengobatan panjang dan teratur. “Jadi, tujuan pengobatanya itu hanya untuk menghilangkan rasa nyeri, menghambat pertumbuhan penyakitnya, dan mencegah kekambuhan penyakit. Kalau dia mau hamil kita bantu untuk hamil,” tambah Luki.

Lebih jauh Luki mengimbau kepada wanita yang menderira haid dengan ciri tersebut, jangan dianggap biasa. Segera periksakan diri ke dokter dan rumah sakit.

Berbeda dengan nyeri primer yang muncul begitu seorang wanita mendapat menstruasi pertamanya, gangguan menstruasi ini justru muncul setelah beberapa tahun wanita mendapatkan menstruasi pertamanya.

Rasa nyeri sekunder juga tidak akan berkurang meski seiring bertambahnya usia seseorang. Nyeri yang dirasakan biasanya juga terasa lebih lama; misalkan rasa nyeri ini telah ada beberapa hari sebelum menstruasi datang, dan terus berlangsung hingga menstruasi berakhir.

75 Total Views 2 Views Today

Related posts

Leave a Comment