Polisi Tangkap Bapak Perkosa Anak Kandung.

IDNtodays: Polisi Tangkap Bapak Perkosa Anak Kandung, Seorang ayah berinisial SP (45) warga Sawahan Surabaya mendekam dipenjara karena melakukan tindakan asusila anak kandung hingga hamil dan melahirkan.

Polisi Tangkap Bapak Perkosa Anak Kandung
Polisi Tangkap Bapak Perkosa Anak Kandung

Polisi Tangkap Bapak Perkosa Anak Kandung Terbongkarnya kasus ini berawal dari kecurigaan tetangga yang mengetahui kelahiran sang bayi di rumah tersangka. Padahal, korban belum pernah menikah.

“Ada tetangga yang curiga, lalu korban didesak dan akhirnya mengaku. Kasus ini dilaporkan,” tambahnya.

Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni mengatakan, kelakuan SP ini dilakukan sejak sang anak masih duduk di kelas dua SMP. Selama 3 tahun, sang anak disetubuhinya 3 kali seminggu selama 3 tahun.

Polisi Tangkap Bapak Perkosa Anak Kandung,Perbuatan biadab ini dilakukan selama tiga tahun.

AKP Ruth Yeni Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya
menuturkan, kasus itu terungkap usai pihak keluarga melapor ke polisi.

Kami menerima laporan dari keluarga korban yang diwakili oleh pengurus atau yayasan yang peduli anak pada korban kekerasan seksual.

Itu yang menjadi pelapor dalam hal ini,” kata Ruth dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Anindita Polrestabes Surabaya, Rabu (7/8/2019) seperti dilansir

AKP Ruth mengatakan, saat ini bayi korban telah berumur 4 bulan, sedangkan korban sendiri telah berumur 17 tahun.

Saat ini, korban tengah dititipkan di shelter yang peduli pada anak di Surabaya.

Sementara itu, tersangka SP mengaku khilaf dengan perbuatannya tersebut. Dia berdalih, kelakuannya tidak terkontrol lantaran selalu terpengaruh alkohol. “Saya khilaf, menyesal,” katanya

Disetubuhi sejak kurang lebih tiga tahun yang lalu.Ia cenderung tidak ingat (berapa kali memperkosa korban-red) karena saat melakukan dalam keadaan mabuk dan terpengaruh film porno.

Jadi sangat sedikit sekali yang ia ingat melakukannya dalam keadaan sadar. Pendalaman kami terhadap korban dalam seminggu bisa tiga kali,” ujar Ruth.

SP dijerat pasal 81 UU Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014. Tersangka diancam hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

“Tentunya kalau dilakukan orangtua tentu ada pemberatan sepertiga dari hukuman,” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *