Stop Rutinitas Yang Membuat Muka Jerawatan

Stop Rutinitas Yang Membuat Muka Jerawatan

Lintasmetro Stop Rutinitas Yang Membuat Muka Jerawatan.Kalau ditanya, nggak ada orang yang mau jerawatan. Selain nyeri, kemunculan jerawat bisa bikin minder karena merusak penampilan. Itulah kenapa banyak yang rela merogoh kocek untuk perawatan kulit agar bebas dari jerawat.

Sayangnya, sudah mahal-mahal, tapi kadang jerawat masih saja bermunculan. Jangan buru-buru membuang produk atau berhenti perawatan. Coba cek dulu, mungkin tanpa sadar rutinitas atau kebiasaan di bawah inilah yang jadi biang kerok wajah kamu gampang jerawatan.

1. Handphone menyentuh wajah

Walau terlihat bersih, tapi handphone kamu bisa mengandung banyak sekali kuman, bahkan unsur dari feses. Idih! Ini dibuktikan oleh studi yang dilakukan oleh peneliti dari London School of Hygiene & Tropical Medicine and Universitas Queen Mary, Inggris, seperti dilansir dari Time.

Peneliti menganalisis 780 sampel swab–390 dari handphone dan 390 dari tangan penggunanya di 12 kota di Inggris. Hasilnya, 16 persen kedua tangan pengguna dan handphone terkontaminasi bakteri E. coli, bakteri yang berpotensi menyebabkan penyakit yang berasal dari tinja. Penyebabnya diduga karena penggunanya tidak cuci tangan sehabis dari toilet.

Untuk mencegahnya, kamu disarankan untuk rutin membersihkan handphone, pakai earphone saat menerima atau melakukan panggilan, serta lakukan perawatan wajah dengan tepat.

2. Rambut sering digerai

Berdasarkan studi yang diterbitkan dalam jurnal “International Journal of Dermatology” tahun 2009, rambut pada dasarnya bisa menampung kotoran seperti debu serta menjadi sarang bakteri.

Kalau sampai mengenai kulit, termasuk di sekitar wajah, kotoran dan bakteri akan berpindah, sehingga memicu pertumbuhan jerawat.

Stop Rutinitas Yang Membuat Muka Jerawatan

Walaupun rajin keramas setiap hari, rambut tetap akan kotor jika terkena udara, polusi, bantal, topi, atau benda lain yang menempel ke rambut. Supaya tidak sampai menyebabkan jerawat, kamu bisa menguncir rambut. Eh, tapi jangan mengikatnya keras-keras, ya!

3. Kurang tidur

Dilansir dari Bustle, salah satu efek dari kurang tidur adalah jerawatan (breakout). Kualitas tidur yang buruk bisa melemahkan daya tahan tubuh, sehingga kamu jadi lebih rentan terhadap bakteri penyebab jerawat.

Peningkatan inflamasi akibat kurang tidur juga dapat membuat jerawat kecil jadi membesar dan memerah (mengalami peradangan).

Selain itu, tidur yang tidak cukup juga dapat menyebabkan stres, yang mana ini bisa meningkatkan produksi hormon kortisol dalam tubuh. Pada gilirannya, hormon stres tersebut dapat memicu kulit untuk memproduksi sebum lebih banyak, yang mana jerawat bisa tumbuh subur.

National Sleep Foundation merekomendasikan orang dewasa untuk tidur selama 7-9 jam tiap malam. Kurang dari itu, selain munculnya jerawat, siap-siap muncul keriput, kulit mengendur, serta muncul lingkaran hitam di bawah mata.

4. Keseringan cuci muka

Eh, bukannya ini kebiasaan bagus, ya?

Kalau menurut American Academy of Dermatology (AAD), mencuci wajah berkali-kali dalam sehari bisa mengiritasi kulit, sehingga bikin jerawat makin parah.

Untuk mencegahnya, kamu cuma perlu cuci muka dua kali sehari, yaitu saat bangun dan sebelum tidur. Kamu juga dianjurkan untuk membersihkan wajah usai beraktivitas yang bikin banjir keringat, misalnya olahraga.

Bersumber dari “Journal of General – Procedural Dermatology & Venereology Indonesia” tahun 2019, cuci muka memang dibutuhkan untuk membersihkan kulit dari sisa minyak dan kotoran yang menempel. Namun, jangan terlalu sering karena dapat menghilangkan minyak alami kulit, serta mendorong kulit untuk memproduksi minyak lebih banyak.

Hal tersebut dapat menyumbat pori, hingga akhirnya membentuk komedo dan memicu pertumbuhan jerawat.

Dibuat Oleh – Cahyono Lintasmetro.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *