Teroris menikam Menko Polhukam Wiranto

LINTASMETRRO – Teroris menikam Menko Polhukam Wiranto Menko Polhulkam Wiranto mengalami penikaman dengan pisau Wiranto menjadi korban penusukan di Pandeglang, Banten.

Kompolnas menilai aksi penusukan terduga teroris FA dan SA alias AR terhadap Menko Polhukam Wiranto dan tiga orang lain merupakan tindakan keji.

Kompolnas juga memberi beberapa catatan agar kasus ini tidak terulang.

Dengan kejadian ini Kompolnas Mengoptimalkan kembali kegiatan intelijen dan Densus 88/AT untuk mengantisipasi pergerakan kelompok teroris,” kata anggota Kompolnas Andrea H Poeloengan kepada wartawan, Kamis (10/10/2019)

Teroris menikam Menko Polhukam Wiranto

Andrea juga meminta Polri meningkatkan kewaspadaan dan pengamanan bagi Polri sendiri,

baik pengamanan petugas maupun markas yang bisa saja menjadi sasaran teroris.

“Meningkatkan pengamanan bagi seluruh kegiatan penyelenggara negara, terutama di tempat-tempat umum,” ujarnya.

Selain itu, kerja sama dengan pemangku kepentingan lainnya perlu ditingkatkan. Langkah itu guna mengantisipasi dan mencegah tindakan-tindakan teroris dan radikalis serta kekerasan apa pun yang mungkin berpotensi terjadi.

“Meningkatkan kembali pengkoordinasian patroli bersama TNI dan kegiatan Siskamling bersama masyarakat sebagaimana diatur dalam Peraturan Kapolri,” ucapnya.

Kompolnas juga berharap Polri sebagai penanggung jawab keamanan NKRI sebagaimana titah Pasal 30 UUD 1945,

dapat mengevaluasi dan berintrospeksi diri atas kejadian ini

Menko Polhukam Wiranto telah selesai menjalani operasi setelah ditusuk teroris di Banten. Kini Wiranto sudah keluar dari ruang operasi dan masuk ruang ICU.

Proses operasi berjalan dengan baik, dan Pak Wiranto sudah keluar dari ruang operasi dan beliau sekarang menempati ruang untuk ICU untuk distabilkan

kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Kamis

Pramono menjelaskan, informasi soal kondisi terbaru Wiranto didapatkannya dari informasi Kepala RSPAD Gatot Soebroto,

dr Terawan, yang juga menangani proses operasi secara langsung.

“Proses tiga jam operasi yang berjalan dengan baik,” kata Pramono

Irna mengutuk keras insiden penusukan yang menyebabkan empat orang terluka. Dia juga berencana memberikan pemahaman kepada warga untuk menghindari kejadian serupa.

Bupati Pandegelang pun mengutuk kejadian itu, sebagai Bupati Pandeglang kapasitasnya sangat mengutuk perbuatan tersebut dan sangat merugikan sekali perbuatan tersebut karena preseden buruk bagi kami.

10 Total Views 1 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *