Setelah Terjadinya Tabrakan Maut Kalijodo mau di tutup

34xjc47

LintasMero.Com  —  Pasca terjadi nya kecelakaan mau mobil fortuner, Gubernur DKI Ahok berencana menggusur tempat hiburan malam di kalijodo. Namun, Kata ahok sebelum melakukan itu pihakny akan mengukur kekuatan terlebih dahulu.

Kalijodo merupakan kawasan portitusi yang berada lama kawasan kota administrasi yakni jakarta barat dan jakarta utara.

Dalam daerah ini terdapat tempat karoke yang biasa di sebut cafe remang-remang, jumlah cafe disana sekitar ada 60 bangunan. Dengan rata-rata 1 cafe di huni oleh 15-20 PSK.

Kalijodo seperti layaknya tempat lain juga mempunyai keamanan yang kuat. Bukan keamanan seragam ala satpam tapi preman-preman yang tak takut mati.

Salah seorang warga sekitar kalijodo yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa preman-preman sangat menjaga lokalisasi tersebut.

“Di Sana itu sensitif,Mereka itu punya insting kuat sekali. Mudah curiga.”Kata seorang warga dekat kalijodo, Rabu 10/02-2016

Dia juga menjelaskan bahwa sekurangnya satu orang preman pasti ada dalam cafe tersebut untuk menjaga cafe tersebut.dan preman juga pasti mau membantu,panglimannya masi bertengger yah susah” kata warga tersebut.

 

Dia juga menjelaskan bahwa sekurangnya satu orang preman pasti ada dalam satu cafe. “Preman juga pasti mau bantu, panglimanya masih bertengger ya susah” imbuh warga.

“FPI gak ada yang berani masuk. Gak ada yang berani masuk ada delapan mobil waktu itu, yang jaganya (preman Kalijodo) bawa tombak semua,” imbuhnya.

Salah seorang warga sekitar Kalijodo lainnya yang juga tidak mau disebutkan namanya menceritakan keributan yang pernah ada di Kalijodo tahun 2001.

“Di situ sering ribut. Ributnya ngeri. Mereka pake panah, pake tombak semua. Dulu 2001, pernah ada tawuran gara-gara rebutan lapak di situ. Itu semua orang pake tombak pake panah,” ujar salah seorang warga.

“Mereka semua di sana memang sudah sedia parang, panah. Bisa jadi malah ada granat,” tambahnya.

Sebelumnya, Ahok mengatakan akan berkoordinasi dengan TNI dan kepolisian untuk mewujudkan rencana itu. Lebih lanjut, katanya, bila sudah ditertibkan, Pemprov DKI tidak akan menyediakan tempat pengganti yang serupa bagi pengusaha tempat hiburan itu.

“Kita lagi ukur-ukur kekuatan dulu. Serius dong, kamu kira kamu bercanda. Kalau dibubarin bingung nanti dia, yang penting jangan dikasih lokasi. Kita ada aparat makanya kita mau minta kesediaan polisi dan tentara,” tegasnya.

1998 Total Views 1 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *