http://lintasmetro.com/akibat-pandemi-covid-19,-jumlah-pernikahan-dini-semakin-melonjak/

Akibat Pandemi Covid-19, Jumlah Pernikahan Dini Semakin Melonjak

Akibat Pandemi Covid-19, Jumlah Pernikahan Dini Semakin Melonjak

http://lintasmetro.com/akibat-pandemi-covid-19,-jumlah-pernikahan-dini-semakin-melonjak/

Lintasmetro.comAkibat Pandemi Covid-19, Jumlah Pernikahan Dini Semakin Melonjak Pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan sebelum mempelai berusia 18 tahun.

Selain memunculkan risiko kesehatan bagi perempuan, pernikahan dini juga berpotensi memicu munculnya kekerasan seksual dan pelanggaran hak asasi manusia.

Sesuai dengan undang-undang Republik Indonesia No. 1 Tahun 1974 pasal 6 mengatur batas usia untuk menikah dimana, pernikahan hanya diizinkan jika pria sudah mencapai usia 19 tahun sedangkan usia wanita mencapai 16 tahun.

Pernikahan dini di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, naik signifikan selama masa pandemi Covid-19. Bahkan jumlah kenaikannya lebih dari 100 persen dibandingkan kasus serupa pada tahun sebelumnya.

Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Madiun, Zainal Arifin, mengatakan jumlah kasus pernikahan dini selama delapan bulan terakhir, yakni Januari hingga Agustus 2020 tercatat mencapai 120 pengajuan dispensasi nikah.

Jumlah ini naik lebih dari 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selama tahun 2019, jumlah pengajuan dispensasi nikah hanya 50 orang.

“Memang di masa pandemi ini pengajuan dispensasi kawin ada kenaikan cukup signifikan,” katanya.

Zainal menyampaikan kenaikan angka pernikahan dini di Madiun dipengaruhi beberapa faktor.

Salah satu di antaranya karena hamil di luar nikah. Dia menyampaikan faktor hamil di luar nikah memang tidak menonjol. Tetapi ada beberapa kasus dispensasi nikah karena alasan ini.

Selain faktor hamil diluar nikah, sebagian besar pengajuan dispensasi nikah didasari adanya permintaan orang tua yang ingin menikahkan anaknya.

“Ada permintaan orang tua yang ingin menikahkan anaknya. Karena tidak ingin anaknya terjerumus dalam pergaulan yang salah,” terangnya.

Sejak adanya UU No. 16 tahun 2019 yang mengatur batas usia perempuan menikah dari yang awalnya 16 tahun kini menjadi 19 tahun. Hal ini juga mempengaruhi naiknya pengajuan dispensasi nikah.

Semua yang mengajukan dispensasi nikah rata-rata dikabulkan. Tetapi, sebelumnya pihak Pengadilan Agama akan memberikan penjelasan tentang pernikahan.

BACA JUGA :

Masker Tipe Scuba Tidak di Sarankan untuk Pencegahan Covid-19

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *