Jokowi Berikan Grasi, Terdakwa Pencabulan Anak di JIS Bebas

Jokowi Berikan Grasi, Terdakwa Pencabulan Anak di JIS Bebas

Jokowi Berikan Grasi, Terdakwa Pencabulan Anak di JIS Bebas

LintasMetro.com – Jokowi Berikan Grasi, Terdakwa Pencabulan Anak di JIS Bebas, Terpidana kasus pencabulan terhadap anak yang juga bekas guru Jakarta Internasional School (JIS), Neil Bantleman telah menghirup udara bebas dari kurungan penjara.

Hal ini lantaran Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan grasi kepada Neil Bantleman.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Ditjen Permasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), Ade Kusmanto

Membenarkan pria berkembangsaan Inggris-Kanada itu telah bebas sejak 21 Juni 2019 lalu.

“Sudah bebas dari Lapas kelas 1 Cipinang tanggal 21 Juni 2019,” ujar Ade saat dihubungi, Sabtu (13/7).

Ade mengatakan Neil bebas karena mendapatkan grasi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) tertanggal 19 Juni 2019. Sehingga dia resmi bebas karena pemberian grasi. “Mendapat grasi dengan Kpres RI No 13/G Tahun 2019 tanggal 19 Juni 2019,” katanya.

‎Sementara itu, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Putu Elvina kecewa dengan pemberian grasi terhadap Neil Bantleman tersebut.

Hal ini menurutnya bakal menyisahkan kepedihan bagi para korban. “Ini menyisakan kepedihan di saat kita memiliki komitmen untuk zero toleransi kekerasan terhadap anak,” kata Putu.

Jokowi Berikan Grasi, Terdakwa Pencabulan Anak di JIS Bebas

Jokowi Berikan Grasi, Terdakwa Pencabulan Anak di JIS Bebas

Seharusnya Presiden Jokowi bisa memikirkan ulang pemberian grasi tersebut. Karena komitmen terhadap anak dan perempuan harus terus diwujudka‎n.

Hal ini supaya anak-anak di Indonesia bisa terlindungan dari kejahatan seksual.

“Ini menjadi lembar hitam upaya perlindungan anak, karena KPAI dari awal memastikan anak Indonesia terlindungan dari kejahatan seksual,” tuturnya.

Sekadar informasi, bekas Guru JIS, Neil Bantleman bersama asistennya, Ferdinant Tjiong, serta lima petugas kebersihan di JIS divonis bersalah karena dianggap terbukti melakukan pelecehan seksual kepada sejumlah murid di sekolah tersebut.

Pada April 2015, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan vonis 10 tahun penjara kepada Bantleman.

Dia kemudian mengajukan banding dan putusan itu dianulir oleh Pengadilan Tinggi Jakarta pada Agustus 2015.

Setelah bebas beberapa bulan, Bantleman kembali menghuni penjara karena di tingkat kasasi Mahkamah Agung (MA) memvonisnya bersalah. MA lantas menghukum Bantleman 11 tahun penjara.

94 Total Views 1 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *